Corona di Bali

Cegah Pemalsuan Surat Sehat, Pemohon Wajib Datang ke RSUD Sanjiwani Gianyar

Mengantisipasi pemalsuan surat keterangan sehat, setiap pemohon di Gianyar wajib datang ke RSUD Sanjiwani Gianyar, tidak boleh diwakilkan

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
RSUD Sanjiwani 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus pemalsuan surat keterangan sehat di Jembrana, Bali, menjadi atensi semua rumah sakit di kabupaten/kota di Bali, termasuk Kabupaten Gianyar.

Dalam mengantisipasi hal itu tidak terjadi, setiap pemohon di Gianyar wajib datang ke RSUD Sanjiwani Gianyar alias tidak boleh diwakilkan.

Dirut RSUD Sanjiwani, Ida Komang Upeksa, Senin (25/5/2020) mengatakan, dalam mencegah adanya pemalsuan surat, pihaknya mewajibkan pemohon untuk datang langsung ke rumah sakit.

"Tidak boleh diwakilkan, wajib membawa identitas diri dan KK. Nanti kami cek identitas KTP, sudah sesuai atau tidak dengan nama yang ada di KK (Kartu Keluarga)," ujarnya.

10 Cara Mengatasi Migrain, Akupuntur hingga Menurunkan Stres Emosional

Ramalan Zodiak 25-31 Mei 2020, Taurus Akan Menghadapi Keraguan, Pisces Harus Jujur

8 Desa di Kota Denpasar Sudah Ajukan PKM, Petugas Akan Lebih Tegas Terutama Soal Masker

Selain itu, Upeksa juga meminta pada pemohon yang akan keluar daerah, diwajibkan membawa surat tugas dari perusahaan atau tempatnya bekerja.

"Nanti kan surat sehat ini akan digunakan supaya bisa pergi keluar daerah, tapi tetap alasannya kan harus jelas. Untuk itu surat tugas dari tempatnya bekerja juga kami minta," katanya.

Dalam pemeriksaan nanti, ada beberapa pemeriksaan penting dilakukan, yakni pemeriksaan paru-paru, serta dilakukan tracking kontak yang bersangkutan.

Artinya, pemeriksaan kesehatan ini lebih bersifat protokol kesehatan Covid-19.

Petugas ketika melakukan pemeriksaan "Nanti setelah dicek kesehatannya, kita lakukan tracking juga riwayat kontak erat dan kalau nihil dan pemeriksaan kesehatannya menunjukkan sehat maka kami akan keluarkan surat kesehatan tersebut," ujarnya.

RSUD Sanjiwani Gianyar, kata dia, tidak membatasi masyarakat yang hendak mencari surat keterangan sehat.

"Siapa saja boleh, mau itu warga asing ataupun WNI," ucapnya.

Bila nantinya ada ditemukan surat keterangan sehat yang mengatas namakan RSUD Sanjiwani Gianyar namun tidak sesuai dengan ketentuan atau prosedur pengeluaran surat dari pihak rumah sakit, maka surat tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Kalau di luar dari cap dan tanda tangan basah asli dari pihak kami, maka itu bisa dikatakan palsu," tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved