Breaking News:

Corona di Bali

Cok Ace Sebut Pariwisata Bali Pascapandemi Covid-19 Momentum Tepat Galakkan Transaksi Non-tunai

Hal itu dikarenakan membutuhkan implementasi protokol kesehatan pada seluruh sektor, terutama industri pariwisata menjadi fokus utama.

Istimewa/Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) membuka National Web Seminar bertajuk “What Can Bali’s Tourism Industry Do With Digital Payment In The New Normal Era” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, Kamis (4/6/2020). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Membangun pariwisata Bali pascapandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dinilai bukanlah hal yang mudah.

Hal itu dikarenakan membutuhkan implementasi protokol kesehatan pada seluruh sektor, terutama industri pariwisata menjadi fokus utama.

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, salah satu komponen dalam protokol kesehatan adalah metode transaksi non-tunai.

Menurutnya, hal ini penting untuk dilakukan karena setidaknya memiliki dua alasan.

Innov Party Bali Akui Penjualannya Meningkat untuk Produk Pajangan & Gift Selama Pandemi Covid-19

Hasil Autopsi Resmi Diumumkan, George Floyd Positif Covid-19 Tapi Bukan Penyebab Kematian

5 Mitos tentang Kebiasaan Minum Susu pada Anak, Benarkah Segelas Susu Sehari Cukup untuk Balita?

Pertama, uang tunai dapat menjadi media penyebaran virus dan kedua, transaksi non-tunai sebenarnya merupakan metode transaksi yang efektif dan aman.

"Ini merupakan momentum yang baik bagi kita untuk mulai menggalakkan gerakan masyarakat non-tunai (cashless society)," kata Wagub Cok Ace saat membuka National Web Seminar bertajuk “What Can Bali’s Tourism Industry Do With Digital Payment In The New Normal Era” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, Kamis (4/6/2020).

Namun Panglingsir Puri Ubud itu mengatakan, pemberlakuan transaksi non-tunai memiliki tantangan tersendiri.

Masyarakat Bali saat ini masih belum terlalu fasih menggunakan alat pembayaran digital.

Mengubah pola perilaku masyarakat membutuhkan suatu pembiasaan yang dapat didorong dengan kemudahan dan manfaat bertransaksi digital.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved