Mencuri Sejak 2019 di TKP yang Sama, Gede Loleng Dijuk Polisi

Pencurian mulanya dilakukan pada Desember 2019 lalu. Dimana, dari aksi tersebut, Loleng berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 20 juta

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukan tersangka Loleng beserta sejumlah barang bukti hasil curiannya, Kamis (4/6) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gede Sastrawan alias Gede Loleng (37) kini harus berurusan dengan polisi.

Pasalnya, pria asal Banjar Dinas Jembong, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng ini terbukti melakukan aksi pencurian, sejak 2019 lalu di tempat kejadian yang sama.

Kapolsek Banjar, AKP Made Agus Dwi Wirawan pada Kamis (4/6/2020) mengatakan, tersangka Loleng melakukan aksi pencurian dikediaman milik Ketut Ardini (21), yang terletak di Banjar Dinas Jembong.

Pencurian mulanya dilakukan pada Desember 2019 lalu. Dimana,  dari aksi tersebut, Loleng berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 20 juta.

WNI yang Pulang dari Myanmar Disuruh Bayar Karantina di Bali, Gugus Tugas: Itu Dibawah Kendali Agen

Ringankan Beban Orang Tua Terdampak Covid-19, Koster Berikan Bantuan ke Siswa Sekolah Swasta di Bali

Kembali Terjerat Kasus Jual Beli Narkoba, Bambang Menerima Dihukum 15 Tahun Penjara

Uang tersebut langsung digunakan oleh tersangka untuk membeli satu unit motor Honda CBR. Naasnya, pencurian itu tidak disadari oleh korban.

Hingga kemudian, kasus serupa kembali terjadi pada Kamis (28/5). Dimana, tersangka Loleng berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan emas milik korban, yang terdiri dari satu buah kalung, dua buah cincin, dan sepasang anting.

Kasus ini pun langsung dilaporkan oleh korban ke Mapolsek Banjar.

"Pencurian ini dilakukan oleh pelaku saat kondisi rumah dalam keadaan kosong. Pelaku ini memang sering dijadikan ojek pribadi oleh korban, sehingga pelaku tau persis dengan kondisi rumah korban. Korban ini adalah saudagar sayur, namun korban menegaskan tidak berpacaran dengan pelaku," ucap AKP Wirawan.

Berangkat dari laporan itu, unit Reskrim Polsek Banjar pun melakukan penyelidikan, hingga berhasil menangkap tersangka Loleng di kediamannya, pada Selasa (2/6) sekira pukul 20.00 wita.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan, terkait kemungkinan adanya TKP lain.

"Untuk  perhiasan emas yang dicuri, disimpan oleh pelaku ditumpukan kayu-kayu di rumahnya, jadi agak sulit kami menemukan. Kami sudah beberapa kali melakukan introgasi, dia tidak mengakui. Namun akhirnya kami berhasil menemukan barang bukti di tumpukan kayu dan sampah di rumahnya," jelas AKP Wirawan.

Sementara tersangka Loleng mengatakan, hasil curian itu ia gunakan untuk keperluan sehari-hari. 

Ia pun tidak menampik jika motor Honda CBR yang ia beli itu juga digunakan untuk memikat korban

"Saya memang suka dengan korban. Motor itu saya pakai untuk ngantar dia, tapi dia tidak tau kalau motor itu saya beli dari uang Rp 20 juta yang saya curi tahun lalu," ungkap pria beristri dua itu. 

Harga HP Samsung Galaxy A11 Lagi Diskon, Buruan Bisa Cek Harga Promonya di Sini

Ramalan Zodiak Besok 5 Juni 2020: Taurus Meraih Kesuksesan Karier, Capricorn Mengesankan Orang-orang

Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Bahas Situasi Pertahanan Negara dan Pulau Terluar

 Akibat perbuatannya, tersangka Loleng kini dijerat dengan pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun, serta denda paling banyak Rp 900 ribu. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved