Corona di Indonesia
Pasar Malam Kumbasari Tutup Setelah 18 Pedagang Positif Covid-19, Kasus Di Denpasar Naik Saat PKM
Pemkot Denpasar pun memutuskan menutup total alias me-lockdown Pasar Malam Kumbasari mulai kemarin hingga 15 Juni 2020.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
Pada Selasa (9/6/2020), keluar hasil tes swab 18 pedagang dengan hasil negatif. Sedang tiga pedagang lainnya masih menunggu hasil swab.
Tes swab massal ini digelar menyusul adanya dua pedagang yang berjualan di Pasar Badung dinyatakan positif Covid-19.
Keduanya merupakan pasangan suami istri yang berasal dari Kelurahan Penatih, Denpasar.
Penjual daging ayam di lantai I Pasar Badung ini diketahui positif pada Jumat (5/6/2020) setelah dilakukan tes swab.
Bukan Kebobolan
Dengan ditemukan 18 pedagang positif di Pasar Malam Kumbasari, penambahan kasus positif di Kota Denpasar pun cukup drastis pada Rabu (10/6/2020).
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Kota Denpasar, kemarin total ada tambahan 20 kasus positif Covid-19.
Ke-18 pedagang ini kini diisolasi di Bapelkes Provinsi Bali. Sementara untuk satu tukang suwun di Pasar Gunung
Agung berasal dari Kabupaten Badung, sehingga datanya masuk ke Kabupaten Badung.
Selain 18 pedagang di Pasar Kumbasari, juga ada dua kasus lainnya. Pertama seorang perempuan (69) asal Kelurahan Kesiman dirawat di RS Bali Mandara.
Kemudian seorang perempuan (54) asal Kelurahan Pedungan dirawat di RSUP Sanglah.
Secara kumulatif, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 161 kasus.
"Sementara tambahan sembuh ada dua orang yakni dari Dangin Puri Klod yang dirawat di RSUP Sanglah dan dari Kelurahan Sesetan yang dirawat di Bapelkes," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, kemarin.
Terkait peningkatan kasus Covid-19 ini, Dewa Rai mengakui angkanya memang melonjak. Akan tetapi, ia mengatakan ini memang bagian dari strategi khusus Gugus Tugas untuk mempercepat testing massal dan masif sehingga mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19.
“Dengan demikian akan semakin cepat diketahui siapa yang pernah kontak dengan pasien yang positif serta hasilnya. Makanya kami langsung swab, sehingga status mereka yang dapat kontak ini segera diketahui," kata Dewa Rai.
Dengan hasil pemetaan ini juga akan dilakukan tracking hingga isolasi terhadap mereka yang sempat kontak erat.
Yang menarik, peningkatan kasus ini terjadi saat penyelenggaraan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar.
Apakah ini artinya PKM yang juga diterapkan di pasar-pasar tidak efektif atau kebobolan? Dewa Rai menampiknya.
"Bukan kebobolan, memang kelihatan pergerakan orang di Denpasar sangat tinggi, apalagi di pasar yang merupakan pertemuan pengunjung dan pedagang intensitas dan sangat tinggi sehingga pasar sangat berisiko untuk menjadi tempat penularan," jelas Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar ini.
"Oleh karena itu langkah antisipasinya dengan melengkapi pedagang dengan face shield, juga bilik sterilisasi," sambungnya.
Sementara untuk penutupan pasar, pihaknya hanya menutup pasar malam di Kumbasari.
Sementara pasar lain tidak ditutup dikarenakan dapat mengganggu kebutuhan masyarakat.
"Pasar lain belum, kalau tutup pasar semua nanti kebutuhan masyarakat terganggu tapi dari gugus tugas antisipasi imbau hati-hati dan kedepankan protokol kesehatan," katanya.
Sementara untuk pelaksanaan PKM masih tetap berjalan sebagai upaya untuk panduan bagaimana penerapan protokol kesehatan.
"Kan banyak penduduk yang masuk ke desa-desa pasca hari raya sehingga dengan PKM ini bisa diantisipasi. Kalau misalnya ada penduduk pendatang yang tidak jelas masuk Denpasar dan lolos, kan bisa disaring di desa. Ini langkah antisipasi," tandasnya. (sup)