Tak Perlu Angin Kencang, Layang-layang Celepuk Diburu oleh Rare Angon di Masa Pandemi Covid-19
Gede yang juga membuat layang-layang untuk dijual ini mengaku dalam seminggu dapat pesanan hingga 5 layang-layang celepuk.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
“Kalau biasanya kan digantung di tembok, pasti cepat pudar warnanya atau bambunya rapuh. Kalau dengan sistem ini kan bisa dipakai untuk jangka waktu yang lebih panjang,” katanya.
• Petugas Pilah Sampah TOSS Karangdadi Klungkung Kerap Temukan Limbah Medis di Sampah Rumah Tangga
• China Siaga: Kasus Baru Covid-19 di Pasar Beijing Mencapai 79, Resiko Penularan Tinggi
Untuk layang-layang celepuk dengan warna polos berukuran 120 cm, ia jual dengan harga Rp 100 ribu.
Sementara yang dilengkapi dengan motif atau hiasan, ia jual dengan kisaran harga Rp 350 ribu tergantung pada tingkat kerumitannya.
“Ukuran yang kebanyakan dicari itu 130 cm atau 120 cm, namun ada juga yang mencari ukuran 150 cm. Selain itu anak-anak biasanya membeli layang-layang bebean plastik atau layangan cotek,” katanya.
Sementara penjual layang-layang dari Kesiman, Gede Supardiarta juga mengatakan jika yang paling dicari adalah layang-layang jenis celepuk.
“Ya karena proses pembuatannya tidak rumit. Kalau saya sehari bisa buat maksimal 4 layang-layang celepuk yang biasa dari mulai membelah bambu hingga memasang tukub,” katanya.
Namun jika dicat, karena masih menggunakan kuas, memerlukan waktu hingga 3 hari.
Selain itu ia juga membuat layang-layang dengan tukub yang di-print yang juga bisa diselesaikan dalam sehari.
Untuk harga layang-layang print ini tergantung ukurannya bekisar Rp 175 ribu.
“Karena saya kan beli sket gambarnya, kalau misalnya saya bisa buat sket sendiri pasti akan lebih murah harganya,” katanya.
Kesulitan membuat layang-layang yang di-print yakni menyesuaikan gambar dengan rangka layang-layang.
“Karena harus buat gambar dulu, pas nempelnya baru dicocokkan dengan rangka. Biasanya kan buat rangka dulu, baru buat tukubnya,” katanya.
Ia juga mengatakan, dipilihnya layang-layang celepuk ini karena lebih mudah untuk menerbangkannya.
Jika layang-layang bebean membutuhkan tempat yang lebih luas untuk menaikkannya. (*)