Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Kenali Gejala Alergi Makanan pada Bayi

Mengenali dan melakukan upaya pencegahan alergi sejak dini dapat menghindari efek negatif jangka panjang.

Editor: Wema Satya Dinata
Pixabay
Ilustrasi bayi lahap menyantap mpasi. 

TRIBUN-BALI.COM - Alergi termasuk dalam kondisi yang bisa mengganggu tumbuh kembang pada anak.

Mengenali dan melakukan upaya pencegahan alergi sejak dini dapat menghindari efek negatif jangka panjang.

 Di Indonesia, sekitar 7,5 persen memiliki alergi protein susu sapi.

Namun, jenis penyebab alergi dapat bertambah atau berkurang sejalan dengan waktu.

Pakar UI Sebut Kerugian Akibat Tak Bergulirnya Liga 1 & Liga 2 Mencapai Rp 3 Triliun

Pemain Bali United Irfan Jauhari Rutin Jalani Pemusatan Latihan Virtual dengan Timnas Indonesia U-19

Rumah di Asrama Sudirman Denpasar Ludes Terbakar, Tercatat Ada 6 Unit Milik TNI yang Dilalap Api

Alergi memang identik dengan gejala gatal-gatal atau kemerahan pada kulit.

Padahal, dampak dari alergi lebih dari sekadar gejala yang dialami secara fisik.

 "Bagi si kecil, alergi dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Selain itu, anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan jika penanangan kurang optimal," kata Prof.Dr.Budi Setiabudiawan, Sp.A (K), konsultan alergi dan imunologi anak dalam acara Bicara Gizi yang digelar secara virtual oleh Danone SN (25/6/2020).

Budi menjelaskan, gangguan tumbuh kembang pada anak alergi bisa terjadi berkaitan dengan jenis dan durasi pantang makanan tertentu yang dianggap jadi penyebab alergi.

 "Alergi merupakan reaksi sistem imun yang tidak normal untuk mengenali bahan-bahan yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang lain, bahkan bermanfaat bagi tubuh, misalnya zat gizi yang terkandung dalam makanan," paparnya.

Jika anak menderita beberapa jenis alergi makanan dan harus berpantang, tentu ia akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhannya.

Selain itu, ada risiko kerugian lain seperti beban ekonomi yang besar.

"Karena anak sering sakit, jadi orangtua bolak-balik membawa anak ke dokter. Tentu orangtua harus ijin tidak bekerja, kehilangan pendapatan, bahkan pengeluaran biaya dokter," katanya.

Riwayat dalam keluarga

Orangtua yang memiliki alergi cenderung akan menurunkan bakat alergi pada anak-anaknya.

Bahkan, reaksi alerginya bisa muncul pada lebih dari satu penyebab, misalnya anak alergi telur dan juga alergi debu.

Koster Akan Laporkan Kasus Pembakaran Bendera PDIP ke Polisi

Dari Target 900 Orang, Hanya 512 Warga Desa Darmasaba Badung Yang Ikut Rapid Test

Tiga Pemain Bali United Siap Jalani TC Timnas Indonesia U-16 di Bekasi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved