Corona di Bali

Dewan Klungkung Minta Pemkab Gelar Rapid Test di Setiap Pasar Tradisional

Pasca Pasar Galiran menjadi klaster penyebaran transmisi lokal, sempat dilakukan penutupan pasar selama 3 hari guna memutus rantai penyebaran virus

istimewa
Komisi II dan Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, Senin (29/6/2020) menggelar rapat koordinasi dengan Sekda, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan serta Dinas Perhubungan guna mengetahui operasional pasar sehubungan dengan pemberlakuan jam pasar yang baru di tengah era new normal. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Komisi II dan Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, Senin (29/6/2020) menggelar rapat koordinasi dengan Sekda, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan serta Dinas Perhubungan guna mengetahui operasional pasar sehubungan dengan pemberlakuan jam pasar yang baru di tengah era new normal.

Dewan pun meminta eksekutif untuk melakukan rapid test masal di semua pasar tradisional di Klungkung.

Pasca Pasar Galiran menjadi klaster penyebaran transmisi lokal, sempat dilakukan penutupan pasar selama 3 hari guna memutus rantai penyebaran virus corona disease (covid-19).

Penutupan pasar ini juga dibarengi dengan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan di areal pasar serta rapid test dan swab test bagi para pedagang pasar.

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Satu Orang, Sembuh Dua Orang

Bank Mandiri Siapkan Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19

Bupati Anas Apresiasi Kader PDIP Banyuwangi Tak Terprovokasi Aksi Pembakaran Bendera Partai

Dalam rapat tersebut, anggota dewan menilai, situasi new normal seperti sekarang menimbulkan perasaan yang was-was baik bagi pedagang maupun pengunjung.

" Untuk itu rapat ini dilakukan untuk mengetahui serta memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik pasca beroperasionalnya Pasar Galiran. Hal ini juga untuk untuk memangkas serta menghindari terjadinya transmisi lokal yang lebih luas lagi," ungkap Ketua Komisi III DPRD I Wayan Mardana.

Ia menambahkan, upaya Pemda Klungkung telah melakukan tes rapid masal di Pasar Galiran, seharusnga juga diberlakukan di pasar lainnya di Klungkung.

Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang juga memungkinkan terjadi di pasar lainnya.

Kemenhub Wajibkan Operator Koordinasi Dengan Gugus Tugas Dalam Memilih Mitra Rapid Tes dan PCR

RS Overload, Risma Sebut Tak Bisa Berkomunikasi dengan RSUD Dr Soetomo Milik Pemprov Jatim

Disperindag Monitoring Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat, Minta Pedagang Gunakan Face Shield

"Menurut hemat kami, hal serupa dapat diberlakukan pula pada tiap pasar tradisional. Sehingga upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut tidak terkesan setengah-setengah. Sehingga dapat mengetahui jumlah OTG serta orang yang terpapar virus tersebut," ungkap Mardana.

Di akhir rapat Wakil Ketua DPRD I Wayan Baru, mempertegas kembali dalam hal pengamalan protap serta protokol kesehatan, agar lebih diperketat di tiap-tiap pintu masuk pasar.

Hal tersebut untuk mengantisipasi timbulnya kasus baru serta memutus mata rantai Covid-19. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved