Breaking News:

Pakai Dana APBN Rp 1,9 Miliar, Jalan Penghubung Tegenungan – Sukawati Akhirnya Digarap

Proses pengerjaan ini diperkirakan menghabiskan waktu enam bulan, karena Pemkab Gianyar akan membangun jalan dari nol.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sejumlah alat berat tengah mengerjakan proyek jalan Tegenungan – Sukawati, Gianyar, Kamis (2/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Setelah sekian lama terbengkelai, dan menjadi sorotan masyarakat, Pemkab Gianyar akhirnya mulai menggarap jalan longsor penghubung Tegenungan dan Sukawati.

Pengerjaan proyek tersebut menggunakan dana APBN senilai Rp 1,9 miliar.

Proses pengerjaan ini diperkirakan menghabiskan waktu enam bulan, karena Pemkab Gianyar akan membangun jalan dari nol.

Berdasarkan data Pemkab Gianyar, Kamis (2/7/2020), pengerjaan ini ditanggungjawabi oleh dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, selaku pihak penanggung jawab anggaran. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gianyar bertanggung jawab di bidang konstruksi.

Dewa Rai Sebut Keberhasilan PKM di Denpasar Tergantung Kepatuhan dan Kedisiplinan Semua Pihak

Perawatan Wajah Ternyata Mudah, Makanan ini Ampuh Bikin Kulit Jadi Cerah

Ini Penyebab Munculnya Sakit Gigi dan Cara Meredakan Rasa Nyerinya dengan Obat Herbal

Jalan Tegenungan – Sukawati tersebut longsor pada awal 2018.

Dimana jalan alternatif menuju Gianyar dan Denpasar tersebut hampir kehilangan 60 persen badan jalan, karena tergerus hujan lebat pada waktu itu.

Kondisi jalan tersebut relatif berbahaya, karena di sisinya terdapat tebing bebatuan yang curam.

Kajian Dinas PU Gianyar sebelumnya, pemerintah tidak mau mengambil risiko memperbaiki jalan tersebut, karena swaktu-waktu bisa longsor kembali lantaran tanah di bawahnya labil karena ekploitasi bebatuan yang masif oleh penambang liar. 

Dimana penambang-penambang liar tersebut telah ditertibkan oleh Satreskrim Polres Gianyar.

Plt Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati mengatakan, pengerjaan jalan ini sudah berjalan sejak 8 Juni 2020 dan batas waktu pengerjaan sampai 4 November 2020.

Kata dia, pengerjaan jalan yang memakan waktu 6 bulan, dikarenakan pihaknya pihaknya membangun jalan di tempat baru.

"Kita bikin jalan di tempat baru, karena kalau masih memakai jalur lama, nanti baru dipasang longsor lagi, kita menggangdeng PU terkait pengerjaannya" ujar Ngakan Jati.

Proses pengerjaan baru memasuki tahap perataan lahan menggunakan eskavator.

Lokasinya ini masih di kawasan lama, tapi posisinya lebih ke pinggir atau tidak berada di sisi tebing seperti jalan sebelumnya.

Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali Agustus 2020, Beberapa Hal Ini Perlu Jadi Perhatian Pengunjung

Resep Tum Ayam Khas Bali, Siapkan Bahan dan Ikuti 5 Langkah Mudah Ini

Buat Cappuccino Ala Kafe di Rumah, Begini Cara Bikin Foam Susu Tanpa Mesin, Bisa Pakai Balloon Whisk

Anggaran untuk jalan tersebut bersumber dari anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

Dikucurkan dalam dana  Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana.

 "Anggarannya dari pusat 1,9 milyar itu sudah finishing bisa dilewati" tandasnya.

Dalam pengerjaannya, Ngakan Jati mengatakan, pihaknya harus melakukan pembebasan lahan kurang lebih 28 are untuk jalan baru tersebut, dimana proses pengadaan lahan tersebut telah berakhir sejak 2019.

“Astungkara tidak ada hambatan, sehingga secepatnya jalan tersebut bisa dimanfaatkan,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved