8 Kebiasaan yang Picu Kanker Paru, Sering Terpapar Polusi Udara hingga Mengonsumsi Suplemen Diet
Para penderita umumnya mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini setelah stadium 4, penting untuk menyadari sejak dini
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apa Anda pernah mendengar tentang kanker paru-paru ?
Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit yang berbahaya di dunia.
Banyak orang yang telah meninggal karena kanker tersebut.
Kanker paru menjadi salah satu penyebab kematian di Amerika Serikat.
• Waspada, Ini Tanda dan Gejala Kanker Lambung, Penurunan Berat Badan hingga Mual
• Mobil Jatuh di Taman Pancing Tak Dilaporkan ke Polisi,Pengemudi Pilih Selesaikan secara Kekeluargaan
• Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Buleleng Didominasi OTG
Berdasarkan data dari American Lung Association, setiap 2 menit 20 detik sekali terdapat satu orang AS yang didiagnosis menderita kanker paru-paru.
Yang mengerikan, American Cancer Society memperkirakan akan ada 142.670 orang di AS yang terbunuh oleh kanker paru-paru.
Wajar saja, pada 2019 sendiri terdapat hampir 228.150 kasus baru kanker paru-paru yang diperkirakan akan dilaporkan di AS.
Dikutip dari kompas.com, komunitas medis telah berjuang untuk melawan kanker paru-paru.
Para dokter tahu bahwa mendeteksi penyakit secara dini dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup seseorang.
Sayangnya, kanker paru-paru umumnya lambat terdeteksi.
Ia diketahui ketika sudah menyebar di dalam tubuh.
Apa penyebabnya?
Merokok dianggap sebagai salah satu penyebab paling umum kanker paru-paru.
Sebagian orang lainnya terserang penyakit ini, karena terpapar produk atau bahan yang berpotensi berbahaya, seperti asbes.
Tapi Jill Feldman berbagi kisah unik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kanker-paru-ilustrasi.jpg)