Breaking News:

Corona di Bali

Masuk New Normal, Gubernur Koster Wajibkan Desa Adat Terapkan Pararem Gering Agung Covid-19

Dalam penerapan new normal ini, Pemprov Bali juga mendorong seluruh desa adat di Bali untuk membuat pararem Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali Wayab Koster menyerahkan pararem Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung Covid-19 kepada Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) kabupaten/kota se-Bali di rumah jabatannya, Kamis (9/7/2020) sore 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi telah menerapkan tatanan kehidupan era baru atau new normal pada 9 Juli 2020.

Penerapan tatanan kehidupan era baru tersebut ditandai dengan pelaksanaan tur mobil kuno yang mengambil start di Kantor Gubernur Bali.

Selain itu, pelaksanaan tatanan kehidupan era baru tersebut juga ditandai dengan dibukanya Pulau Dewata untuk masyarakat lokal Bali.

Jika situasi di lapangan terlihat kondisif, pembukaan Pulau Dewata akan dilanjutkan untuk wisatawan domestik (31 Juli 2020) dan wisatawan mancanegara (11 September 2020).

Tak hanya itu, dalam penerapan new normal ini, Pemprov Bali juga mendorong seluruh desa adat di Bali untuk membuat pararem Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung Covid-19.

dr Ni Luh Gede Sukardiasih Resmi Jadi Kadis PPKB Tabanan

Bupati Anas Paparkan Inovasi Teropong Jiwa di Hadapan Tim Panelis Kemenpan RB

Tatanan Normal Baru, Pangdam IX/Udayana Tekankan Anggota Disiplin Olah Raga

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pihaknya mendorong desa adat untuk membuat pararem tersebut guna mendorong penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di Bali yang berbasis desa adat.

"Saya sebagai Gubernur bersama Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan juga Bendesa Madya Majelis Desa Adat kabupaten/kota se-Bali telah bersepakat agar semua desa adat di Provinsi Bali ini membuat pararem," kata Gubernur Koster.

Hal ini Gubernur Koster sampaikan saat menyerahkan pararem Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung Covid-19 kepada Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) kabupaten/kota se-Bali di rumah jabatannya, Kamis (9/7/2020) sore.

Gubernur Koster menuturkan, pihaknya menerapkan cara tersebut karena yakin bahwa desa adat memiliki kekuatan skala dan niskala serta ikatan yang kuat dengan krama desa adat yang ada di wilayahnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved