Breaking News:

Corona di Bali

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Tiga Orang

Pasien tersebut terpapar virus corona karena sempat melakukan kontak dengan pasien positif covid-19.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasien kasus konfirmasi positif virus corona atau covid-19 di Buleleng, pada Senin (27/7/2020) bertambah tiga orang.

 Ketiga pasien merupakan warga asal Kecamatan Buleleng.

Sekda Buleleng, juga sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, dari tiga pasien baru ini, satu diantaranya tidak bergejala (asimtomatik), sehingga cukup menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pasien tersebut terpapar virus corona karena sempat melakukan kontak dengan pasien positif covid-19.

Sudah Masuk ke Kas Daerah, Tim Medis Covid-19 di RSUD Klungkung Bakal terima Insentif Rp 297 Juta

Walau Sudah Lama Tinggal, 14 KK Duktang di Desa Dangin Puri Kauh Denpasar Tak Lapor Diri

Bali Tidak Termasuk, KPK Operasi Tangkap Tangan di 14 Daerah Ini dan Tangkap 76 Tersangka di 2019

Sementara dua pasien lainnya, memiliki gejala sedang, seperti demam, batuk, nyeri kepala, dan pneumonia, sehingga kedua pasien ini haris menjalani isolasi di RS Pratama Giri Emas.

"Sebelum dinyatakan sebagai kasus konfirmasi, ketiga pasien sudah menjalani swab test. Sekarang tinggal menunggu diagnosis klinis dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP)," ucap Suyasa.

Mengingat ada satu pasien kasus konfirmasi yang menjalani isolasi mandiri di rumah, Suyasa mengaku telah menugaskan tim medis dari Dinas Kesehatan Buleleng, serta Satgas Gotong Royong di desa tempat pasien tersebut berasal, untuk melakukan pemantauan terhadap pasien tersebut.

Apabila pasien tidak disiplin menjalani isolasi mandiri di rumah, maka pasien akan langsung dijemput oleh tim Gugus Tugas, dan dibawa ke tempat isolasi yang telah disiapkan oleh Gugus Tugas Provinsi di Denpasar.

"Saat menjalani isolasi mandiri di rumah, kesehatan pasien akan di cek oleh petugas puskemas.

Isolasi mandiri ini boleh dilakukan oleh pasien tidak bergejala, dengan catatan harus disiplin, dan sepanjang tim Gugus Tugas merasa rumah yang bersangkutan memungkinkan untuk menjadi tempat isolasi mandiri," terang Suyasa.

Pasien asimtomatik akan menjalani isolasi mandiri di rumah selama 10 hari.

Bila berdasarkan hasil diagnosis klinis, pasien belum dinyatakan sembuh, maka isolasi mandiri diperpanjang 14 hari.

 "Jadi menurut skema revisi ke lima Kemenkes, Swab PCR hanya satu kali dilakukan.

Selanjutnya, yang menentukan pasien sembuh atau tidak adalah diagnosis klinis DPJP.

Mayat Orok Mengambang di Sungai Jalan Danau Tempe Sanur, Diduga Dibuang Setelah Dilahirkan

Ini Kenaikan Harga Emas Antam Dalam Setahun, Kamu Punya Berapa Gram?

6 Jenis Minuman Ini Baik Dikonsumsi Penderita Asam Lambung, dari Smoothie hingga Air Kelapa

Sementara selama pasien menjalani isolasi mandiri di rumah, maka kebutuhannya sehari-hari dibebankan secara mandiri, tidak menjadi tanggung jawab Gugus Tugas," tutup Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved