Breaking News:

Sopir di Bangli Diciduk Polisi, Simpan 3 Paket Narkoba di Rumah, Begini Pengakuannya

Ada tiga paket narkoba dengan masing-masing paket narkoba berisi 0,17 gram bruto atau 0,04 gram netto.

istimewa
Kasat Narkoba Polres Bangli AKP Sudarma (kiri) didampingi Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi (kanan) ketika menunjukkan barang bukti paket narkoba, Selasa (28/7) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang pemuda 25 tahun asal Desa Songan, Kintamani diciduk Satres Narkoba Bangli.

Pemuda bernama I Nyoman Gede Puspa Wirawan itu diciduk di rumahnya pada Jumat (24/07/2020).

Informasi yang dihimpun Tribun-bali.com menyebutkan, pemuda tersebut sehari-hari bekerja sebagai sopir truk.

Polisi berhasil menangkapnya setelah mendapatkan informasi dari masyarakat ihwal tindak pidana narkotika.

Bebas Setelah Dipenjara Kasus Narkoba di Bali, WNA Australia William Roy Dideportasi

Kembali Terjerat Kasus Narkoba, Juliantara Diganjar Enam Tahun Penjara

Polisi kemudian melakukan penyelidikan pada Jumat (24/7/2020) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kemudian dilakukan penangkapan dan ditemukan sejumlah barang bukti berupa paket sabu di rumah Gede Puspa.

“Ada tiga paket narkoba dengan masing-masing paket narkoba berisi 0,17 gram bruto atau 0,04 gram netto. Seluruhnya kami temukan di dalam kotak jam tangan, yang disimpan pada lipatan jaket jeans di dalam lemari pakaian,” sebut Kasat Narkoba Bangli, AKP I Nyoman Sudarma, Selasa (28/7/020).

Gede Puspa akhirnya digiring ke Polres Bangli untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Obat Terlarang Jenis Baru Beredar di Klungkung, Satnarkoba Polres Klungkung Tangkap 5 Pengedar Pil Y

Dua Pengedar Narkoba Ditangkap Polda Bali di Jalan Sedap Malam Denpasar

Berdasarkan pengakuannya, ia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial TI asal Denpasar.

“Yang bersangkutan mengaku mengkonsumsi narkoba sejak dua bulan terakhir. Alasannya agar selalu fit, dan menghilangkan Lelah setelah bekerja seharian. Ia membeli seharga Rp. 900 ribu,” ucapnya.

AKP Sudarma menambahkan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Sedangkan terhadap pelaku disangkakan pasal pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pelaku diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved