Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Rusia Segera Luncurkan Vaksin Covid-19, Tenaga Medis Diprioritaskan

Mereka sedang bekerja agar pada 10 Agustus atau lebih awal sudah menghasilkan vaksin Covid-19 yang disetujui.

Tayang:
Editor: Kander Turnip
Pixabay
Ilustrasi penelitian vaksin virus corona. 

Rusia Siap Luncurkan Vaksin Covid-19, Tenaga Medis Diprioritaskan

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Rusia terobsesi menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin Covid-19, dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

Namun ada kekhawatiran menyangkut keamanan dan efektifitas dari vaksin tersebut.

Para pejabat Rusia mengatakan kepada CNN, mereka sedang bekerja agar pada 10 Agustus atau lebih awal sudah menghasilkan vaksin Covid-19 yang disetujui.

Kisah Sukses Festival Indonesia Moskow, Dapat MURI dan Transaksi 10,7 Juta Dolar AS

Mendikbud Minta Maaf atas Polemik POP, KPK akan Minta Keterangan Nadiem

KPK Jebloskan Mantan Bupati Indramayu ke LP Sukamiskin

VIDEO: Dubes RI Moskow Berbagi Kisah Menarik Saat Bertugas di Rusia

Vaksin tersebut dibuat oleh Gamaleya Institute yang berbasis di Moskow, ibu kota Rusia.

Vaksin tersebut ditargetkan disetujui untuk pemakaian umum, namun petugas kesehatan mendapat prioritas untuk mendapatkannya terlebih dahulu.

“Ini momen Sputnik," kata Kirill Dmitriev, Kepala Dana Kekayaan Negara Rusia, yang membiayai penelitian vaksin tersebut.

Ia merujuk pada Sputnik, sebuah satelit pertama di dunia, yang diluncurkan Uni Soviet pada 1957.

"Orang Amerika terkejut ketika mereka mendengar Sputnik. Itu sama dengan vaksin ini. Rusia akan sampai di sana lebih dulu," tambahnya.

Tetapi Rusia tidak merilis data ilmiah tentang pengujian vaksinnya dan CNN tidak dapat memverifikasi keamanan atau keefektifannya.

Para kritikus mengatakan desakan negara itu untuk vaksin datang di tengah tekanan politik dari Kremlin, yang ingin menggambarkan Rusia sebagai kekuatan ilmiah global.

Ada juga kekhawatiran luas pengujian manusia terhadap vaksin itu tidak lengkap.

Lusinan uji coba vaksin sedang berlangsung di seluruh dunia dan sejumlah kecil dalam uji coba kemanjuran berskala besar, tetapi sebagian besar pengembang telah memperingatkan masih banyak pekerjaan yang tersisa sebelum vaksin mereka dapat disetujui.

Beberapa vaksin global sedang dalam tahap uji coba ketiga, vaksin Rusia belum menyelesaikan fase kedua.

Pengembang berencana untuk menyelesaikan fase tersebut pada 3 Agustus, dan kemudian melakukan pengujian fase ketiga secara paralel melalui vaksinasi pekerja medis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved