Breaking News:

Corona di Bali

Kisah Satgas Desa Adat Kota Tabanan: Sempat Terapkan Sanksi Push Up Bagi Warga yang Tak Pakai Masker

Desa Adat Kota Tabanan juga sempat memberlakukan sanksi terhadap para pengendara tak memakai masker yang melintas di wilayahnya.

Istimewa
Suasana saat Satgas Gotong Royong Desa Adat Kota Tabanan menerapkan sanksi kepada warga yang tak memakai masker dengan push up di wilayah Desa Adat Kota Tabanan, beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seluruh Desa Adat di Bali memiliki peranan penting untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah Desa Adat Kota Tabanan yang terus gencar melakukan sosialisasi serta imbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan PHBS.

Bahkan, Desa Adat Kota Tabanan juga sempat memberlakukan sanksi terhadap para pengendara tak memakai masker yang melintas di wilayahnya.

Sanksi tersebut adalah berupa push up sebanyak 10 kali.

Organisasi Buruh Ancam Mogok Nasional Bila Pembahasan RUU Cipta Kerja Dipaksakan

Pengunjung Perpustakaan Tabanan Minim di Masa Pandemi, Referensi Digital Hanya 50 Pembaca Per Bulan

Dalmas Polres Badung Siap Atensi Pergerakan Massa Dalam Pilkada Serentak 2020

Hal ini merupakan sebagai upaya agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dimana saja.

Setelah berjalan kemudian, seluruh Desa Adat di Bali sudah membentuk sebuah pararem tentang pencegahan dan pengendalian gering agung (wabah) Covid-19 ini.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta menyatakan, Satgas Covid-19 di wilayahnya sangat aktif melakukan sosialisasi dan tak segan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar ketentuan protokol kesehatan.

Sebab, tujuannya adalah untuk mencegah serta menekan penyebaran wabah yang terjadi di Tabanan.

"Seluruh pecalang dan linmas juga kami libatkan untuk pencegahan tersebut," ujar Siwa Genta, Senin (3/8/2020).

Dia melanjutkan, selain melakukan sosialisasi serta imbauan, pihaknya bersama jajaran sebelumnya juga sempat menerapkan sanksi push up terhadap warga yang tak menggunakan masker.

Seorang warga yang kedapatan melintas tanpa masker dihukum dengan push up 10 kali.

Hal itu sebagai cara untuk mendisiplinkan masyarakat agar tertib menggunakan masker dan mengikuti imbauan dari pemerintah.

"Kemudian juga dulunya sangat intens untuk melakukan pengawasan terhadap jam operasional toko modern.

Dan saat ini juga sudah diterbitkan pararem tentang pengendalian wabah tersebut," ujarnya.

Ini Dia Yamaha #Generasi125Challenge Kolaborasi @bintangemon bersama influencer Indonesia Lainnya

Anggota DPRD Digerebek Bareng Selingkuhan, Selingkuhan Turun dari Mobil dengan Kondisi Tak Senonoh

Tawaf Wada, Ibadah Haji 2020 Resmi Berakhir, Ini Pengakuan Jemaah Haji Terpilih dari Indonesia

Dia berharap, untuk menyambut tatanan kehidupan era baru di Bali kedepannya bisa lebih baik dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta PHBS.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved