Breaking News:

Badung Rasionalisasi Target PAD 2020 Sekitar 49 Persen atau Menjadi Rp 2,7 Triliun

target pendapatan asli daerah dilakukan rasionalisasi sebesar Rp2.601.520.772.474,94 , sehingga target pendapatan asli daerah

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat membacakan jawaban pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi–fraksi DPRD Kabupaten Badung, Senin (24/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Di tengah pandemi covid-19 ini kabupaten Badung menyadari akan Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) tidak tercapai dari angka yang ditetapkan sebelumnya.

Sehingga pemerintah setempat melakukan rasionalisasi target  PAD sebesar Rp 2.601.520.772.474,94. atau berkurang sebesar 49,06 persen dari APBD Induk tahun anggaran 2020 sebesar Rp 5.303.069.994.167,98.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengaku sejak awal bulan Maret 2020 sampai dengan saat ini, pandemi covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah Kabupaten Badung.

Untuk itu, target pendapatan asli daerah dilakukan rasionalisasi sebesar Rp2.601.520.772.474,94 , sehingga target pendapatan asli daerah menjadi sebesar Rp 2.701.549.221.963,04.

Penjualan & Pendapatan Usaha Anjlok, Pertamina Catat Kerugian US$ 767,91 Juta di Semester I-2020

Trump Larang Beroperasi, TikTok Akhirnya Ajukan Gugatan kepada Pemerintah AS

Disbud DKI: Gedung Kejaksaan Agung Belum Terdaftar sebagai Cagar Budaya

"Rasionalisasi tersebut dilakukan mengingat berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestic selama masa pandemi covid-19," katanya saat membacakan jawaban pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi–fraksi DPRD Kabupaten Badung atas Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD Kabupaten Badung tahun anggaran 2020, Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Kabupaten Badung tahun anggaran 2020, dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 19 Tahun 2019 tentang APBD Tahun Anggaran 2020, Senin (24/8/2020).

Pihaknya mengatakan adapun rasionalisasi PAD terutama bersumber dari rasionalisasi pendapatan pajak daerah yakni sebesar Rp 2.560.637.970.894,95 atau berkurang sebesar 53,79 persen, sehingga target pajak daerah menjadi Rp.2.200.196.693.545,02.

Terkait itu, kekurangan realisasi pendapatan asli daerah pada sisa kurun waktu lima bulan ini, lanjut Giri Prasta akan diperoleh dari sumber pendapatan lainnya.

 Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan pedesaan dan perkotaan.

"Wajib pajak biasanya melakukan pembayaran menjelang jatuh tempo pembayaran pajak, yakni pada tanggal 30 November 2020," katanya.

Disinggung mengenai penggratisan PBB bagi warga asli Badung, khususnya lahan yang tak dikomersialkan, Giri Prasta menyatakan tetap berlanjut atau digratiskan.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved