Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Diterapkan, Siswa di Klungkung Diberi Kuota Gratis Selama Sebulan

Disdik yang bekerjasama dengan salah satu provider akan memberikan kuota gratis sebesar 10 Gigabyte selama sebulan ke siswa di Klungkung

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Foto : Anak-anak ketika mengakses internet untuk belajar daring di Kantor Polsek Klungkung, Selasa (18/8) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Meskipun sudah melakukan serangkaian persiapan, pembelajaran dengan sistem tatap mula belum dapat dilaksakanakan di Klungkung.

Hal ini menyusul masih masifnya angka kasus Covid-19 di Klungkung.

Menyikapi hal ini, Disdik yang bekerjasama dengan salah satu provider akan memberikan kuota gratis sebesar 10 Gigabyte selama sebulan ke siswa di Klungkung untuk pembelajaran daring.

Kadis Pendididikan Klungkung I Dewa Gde Dharmawan menjelaskan, hingga saat ini pembelajaran tatap muka belum dapat diterapkan karena perlu kesiapan sekolah, dan kesiapan orang tua.

Termasuk 30 Pemain Timnas U-19 ke Kroasia,Pemain Muda Bali United Irfan Jauhari Beri Komentar Begini

Pasien Covid-19 di RSUD Klungkung Berangsur Menurun, Warga Diminta Tetap Konsisten Patuhi Prokes

Tak Sediakan Sarana Pencegahan Covid-19, Pelaku Usaha & Pengelola Fasum di Bali Bisa Didenda Sejuta

Saat ini pihak Dinas Pendidikan juga mulai meminta laporan ke masing-masing pengawas terkait kesiapan sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka.

" Jikapun sekolah siap, keputusan pembelajaran tetap muka tetap dari Gugus Tugas Covid-19 Klungkung. Tapi kami tetap lakukan persiapan," ungkap Dewa Dharmawan, Rabu (26/8/2020).

Jikapun belum bisa menerapkan sistem pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan dan salah satu provider telah bekerjasama untuk memberikan kuota gratis 10 gigabyte selama sebulan, untuk sekitar 1.800 siswa di Klungkung.

" Sebenarnya kuota ini untuk SMP dan  SMA.

 Tapi kami kembali berkoordinasi dengan pihak provider, agar disediakan lagi kuota untuk jenjang SD," ungkapnya.

Pihak Dinas Pendidikan meminta sekitar 9.000 kuota 10Gb gratis ke provider, untuk menunjang pembelajaran daring dari siswa jenjang sekolah dasar dari kelas 4,5 dan 6.

"Kalau dibawah itu, kan lebih banyak belajar menulis, membaca dan menghitung.

Lebih banyak bimbingan orang tua dan belajar luring (luar jaringan)," terang Dewa Dharmawan.

Sementara jika setelah bulan September belum juga bisa diterapkan pembelajaran tatap muka, pihak Dinas Pendidikan melalui salah satu provider telah menyiapkan program CSR (corporate social responsibility).

 Nantinya setiap siswa akan mendapatkan kuota 11 Gb, dengan harga Rp 5.000.

Update Covid-19 di Denpasar 26 Austus 2020: 6 Orang Sembuh, Kasus Positif Bertambah 11 Orang

Berkas Perkara Sudah Lengkap, Besok Jerinx Dilimpahkan ke Kejati Bali

I Komang Kayun Tiba-tiba Pingsan Saat Berjalan Kaki Seorang Diri, Muntah & Alami Benjolan di Kepala

" Itu kan jauh meringankan untuk siswa belajar daring. Kalau saat ini, sekolah hanya bantu melalui dana BOS sebesar Rp 50 ribu untuk 3 bulan," jelasnya.(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved