Breaking News:

Masukkan 225 Siswa Lulusan SD ke Data Drop Out, Dinas Pendidikan Buleleng Minta Pastikan Kondisinya

Sebanyak 225 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) di Buleleng hingga kini belum diketahui nasibnya apakah sudah diterima di SMP Negeri atau Swasta, atau

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Plt Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 225 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) di Buleleng hingga kini belum diketahui nasibnya apakah sudah diterima di SMP Negeri atau Swasta, atau justru memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah.

Ini lantaran ada beberapa sekolah yang belum mengirimkan laporan jumlah peserta didik barunya.

Sehingga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng sementara memasukan ratusan siswa itu ke dalam data prediksi drop out (DO). 

Plt Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika dikonfirmasi Kamis (27/8/2020) mengatakan, sekolah yang belum mengirimkan laporan itu sebagian besar berasal dari sekolah madrasah, dan sekolah swasta yang ada di Buleleng.

Kendati demikian, Astika menyebut, pihaknya telah mencari beberapa sampel di antara 225 siswa yang belum terdaftar tersebut untuk memastikan kondisinya.

Di mana, dari sampel yang diambil itu, ada beberapa anak yang memang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah di bangku SMP karena tidak memiliki niat untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

BPJamsostek Bali Denpasar Targetkan 259.476 Penerima BSU, Masih Kurang 6 Persen

Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Penyidik Mabes Polri karena Ingin Dijenguk Anaknya

Desa Sidakarya Denpasar Sabet Juara I Desa Produktif Bebas Covid-19 Se-Bali

Serta ada beberapa pula yang terkendala ekonomi. 

"Dari beberapa sampel yang kami ambil, paling banyak alasannya memang tidak ada niat untuk sekolah, padahal di wilayah tersebut sudah kami siapkan beberapa fasilitas seperti kendaraan antar-jemput. Ini lah tugas kami membuat posko DO, agar anak-anak ini tetap bersekolah."

"Mengingat saat ini dalam situasi pandemi Covid-19 kami minta bantuan ke Kepala Desa juga untuk bantu merangkul, dan melakukan pendekatan dengan orangtuanya, agar siswa tersebut mau melanjutkan pendidikannya" ucap Astika. 

Sebagai upaya agar anak-anak tersebut mau melanjutkan pendidikannya, Astika menyebut selain menyediakan kendaraan antar-jemput, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran untuk memberikan beasiswa, seragam dan sepatu sekolah yang menjadi program DO Disdikpora Buleleng.

Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 142 juta.

FSPM Dorong DPRD Keluarkan Regulasi Ada Penyisihan Keuntungan dari Perusahaan Pariwisata

Tim Wasdalops Pendisiplinan Protokol Kesehatan Tinjau Penerapan Prokes di Bandara Ngurah Rai

Jerinx Kembali Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Jawaban Kasi Penerangan Kejaksaan Tinggi Bali

"Anggaran yang disiapkan memang tidak terlalu besar, ini karena jumlah DO tidak terlalu banyak hanya 1.87 persen dari jumlah output 11.991 siswa. Jumlah ini pun baru prediksi, tapi programnya tetap kami siapkan saja."

"Target kami tetap harus mencapai 100 persen agar anak-anak ini bisa kembali sekolah. Sekolah yang belum mengirim laporan juga kami imbau untuk segera mengirimkan jumlah peserta didik barunya," terangnya. 

Sementara untuk siswa lulusan TK yang akan melanjutkan pendidikan di bangku SD, Astika juga menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 563 juta, untuk pemberian bantuan seragam sekolah khusus kepada anak-anak yang orang tuanya bermasalah dengan hukum, yatim, dan piatu. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved