Tips Mengolah Sayur yang Ditumis agar Lebih Sehat daripada Direbus
Sayuran ditumis dengan minyak dan disebut nilai gizi di dalamnya sudah hilang. Padahal sayuran yang ditumis ternyata bisa lebih sehat dari yang direb
TRIBUN-BALI.COM - Sayuran yang ditumis dianggap kurang sehat dibanding direbus.
Konon, sayuran ditumis dengan minyak dan disebut nilai gizi di dalamnya sudah hilang.
Padahal sayuran yang ditumis ternyata bisa lebih sehat dari yang direbus.
Menumis adalah teknik memasak dengan sedikit minyak dan air, biasanya di wajan.
Nantinya makanan yang dihasilkan tidak berkuah atau hanya sedikit kuahnya.
Sementara merebus adalah teknik memasak dengan jumlah air panas yang cukup banyak, lalu bahan makanan dan bumbu dimasukkan ke dalamnya.
Pada umumnya, semua sayuran bisa ditumis maupun direbus.
• Tips Menyimpan Roti agar Tahan Lama dan Tidak Jamuran
• Manfaat Jus Tempe yang Diklaim Lebih Sehat dari Yogurt
• Billy Syahputra dan Amanda Manopo Jadi Sorotan Gunakan Baju Pengantin Anne Avantie, Minta Didoan
Banyak orang yang menganggap bahwa sayuran yang direbus menjadi makanan sehat dibanding ditumis karena tidak menggunakan minyak sama sekali.
Namun rupanya hal ini tak selamanya atau mutlak seperti itu.
Cara menumis sayur yang sehat
Para ahli menemukan bahwa memasak atau menumis dengan minyak sayur memang meningkatkan risiko kanker, tetapi hal ini bisa dicegah dengan menggunakan minyak zaitun.
Bahkan, dengan minyak zaitun, nutrisi di dalam sayuran bisa meningkat.
• Paket Lengkap Man City untuk Lionel Messi, Segini Harga yang Ditawarkan
• 3 Kebiasaan Sepele yang Membuat Perempuan Sulit Hamil
• Hati-Hati, Kesalahan yang Dilakukan di Dapur Ini Bisa Membuat Makanan Berubah Jadi Penyakit
Proses menggoreng dengan minyak zaitun ditemukan dapat meningkatkan senyawa antioksidannya yang bermanfaat untuk tubuh, dibandingkan dengan proses direbus dengan air.
Profesor Cristina Samaniego Sanchez dari University of Granada di Spanyol mengatakan bahwa menumis dengan minyak zaitun dapat menjadi makanan sehat karena meningkatkan kadar fenolik pada sayuran.
Hal ini penting untuk kesehatan, terutama daya tahan tubuh. Proses menumis dengan minyak zaitun juga dapat meningkatkan kadar lemak tak jenus dan mengurangi kelembapan sayuran.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry menunjukkan kemampuan minyak zaitun untuk meningkatkan fenol dalam sayuran sehingga menjadi makanan sehat.
Fenol adalah bahan kimia sehat yang bekerja melindungi sel-sel, dan mengurangi risiko kanker, diabetes, dan risiko kehilangan kemampuan melihat karena faktor usia.
Dilansir dari Medical Daily, para peneliti melakukan percobaan dengan menggunakan kentang, labu, tomat dan terong yang dimasak dengan berbagai cara.
• Tren Sepatu Hi-Heels Telah Punah dari Muka Bumi, Apa Penyebabnya?
• Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 28 Agustus 2020, Keberuntungan Mengirini Leo, Libra Dilamar?
• Tagih Uang Tips, Pemandu Lagu di Jawa Timur Ini Dipukuli Wajahnya Hingga Lebam oleh Pria Mabuk
Mereka mengolahnya dengan cara ditumis, direbus dengan air, dan juga direbus dengan campuran air dan minyak zaitun.
Masing-masing metode pengolahan tersebut dibandingkan dengan sayuran mentah. Selain itu para peneliti juga mengukur kelembaban, lemak, jumlah kandungan fenol dan antioksidan.
Hasilnya, sayuran yang ditumis dengan minyak zaitun menjadi makanan sehat karena memiliki kandungan fenol yang terbaik.
Penyebabnya adalah minyak mampu menyalurkan panas dalam sayuran dengan cara yang berbeda dari air.
Penyaluran tersebut meningkatkan fraksi fenol, yaitu proses kimia yang mengekspresikan fenol dalam makanan sehingga minyak zaitun mampu meningkatkan senyawa fenolik dalam sayuran.
• Promo JSM Indomaret 28-30 Agustus 2020, Diskon Beras, Minyak Goreng hingga Deterjen
• Berpura-pura Dapat Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia, Kok Bisa?
Tak hanya itu, minyak zaitun juga mampu meningkatkan jumlah lemak dalam sayuran dibandingkan dengan sayuran yang direbus sehingga menjadi makanan sehat.
Minyak zaitun khususnya extra virgin olive oil terbukti meningkatkan jumlah fenol dalam sayuran saat ditumis.
Sementara mengolah menjadi makanan sehat, sayuran dengan cara direbus tidak memengaruhi peningkatan kandungan fenol.
Walau begitu, tentu tak dapat dipukul rata bahwa semua sayuran yang ditumis pasti lebih sehat dibanding direbus.
Meski tetap menjadi makanan sehat, tak dapat dipungkiri juga mengolah sayuran dengan cara ditumis tersebut juga meningkatkan kepadatan energi karena adanya penyerapan minyak. (*)
Artikel ini telah tayang di Sajian Sedap Grid ID dengan judul "Selama ini Kita Sudah Salah, Sayur yang Ditumis Ternyata Bisa Jauh Lebih Sehat Daripada yang Direbus, Asal.."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-sayuran-berdaun-hijau.jpg)