Breaking News:

Berpura-pura Dapat Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia, Kok Bisa?

Ada saatnya, kita berpura-pura dalam melakukan sesuatu. Seperti berpura-pura tertawa atau bahagia di situasi

Ilustras/pexels.com/Kat Jayne
Ilustrasi tersenyum 

TRIBUN-BALI.COM - Ada saatnya, kita berpura-pura dalam melakukan sesuatu.

Seperti berpura-pura tertawa atau bahagia di situasi yang seharusnya membuat kita bersedih.

Percaya atau tidak, berpura-pura dapat membantu saat kita merasa sedih, menurut para peneliti di University at South Australia.

Studi terbaru yang diterbitkan ke dalam jurnal Experimental Psychology mengungkap, berpura-pura tersenyum atau memberikan senyuman palsu bisa berdampak positif pada suasana hati.

Pada dasarnya, memicu otot wajah dengan tersenyum dapat memaksa otak kita untuk berpikir kita sedang bahagia.

"Ketika otot 'mengatakan' kita bahagia, kita lebih cenderung melihat dunia di sekitar dengan cara yang positif."

Begitu kata Fernando Marmolejo-Ramos, penulis studi dan ahli kognisi manusia dan buatan di University of South Australia.

Dalam studi ini, peneliti meminta 120 peserta yang terdiri dari 55 pria dan 65 wanita untuk tersenyum dengan memegang pena di antara gigi mereka.

Penyebab Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Belum Masuk Rekening, Apa Saja?

Promo JSM Indomaret 28-30 Agustus 2020, Diskon Beras, Minyak Goreng hingga Deterjen

Kronologi Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Sukoharjo, Niat Muncul Saat Main Game di Ruang Tamu

Hal itu memaksa otot wajah mereka membuat gerakan senyuman.

Peneliti menemukan, aktivitas otot wajah tidak hanya mengubah ekspresi wajah, melainkan juga menghasilkan lebih banyak emosi positif.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved