Breaking News:

Jangan Abaikan Bahayanya, Berikut Cara Mengatasi Kesepian agar Tidak sampai Kronis

Kesepian tidak hanya dialami oleh mereka yang hidup sendirian. Bahkan, seseorang yang hidup dalam popularitas atau selalu berada di keramaian

pixabay.com/Free-Photos
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Meski terkadang ingin sendiri, namun tak ada orang yang mau hidup kesepian.

Sayangnya, kesepian bisa menyerang siapa saja tanpa pandang status sosial.

Kesepian tidak hanya dialami oleh mereka yang hidup sendirian.

Bahkan, seseorang yang hidup dalam popularitas atau selalu berada di keramaian pun bisa saja merasa sepi sepanjang hidupnya.

Kondisi inilah yang disebut dengan kesepian kronis.

Kesepian kronis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesepian dalam waktu lama.

Seseorang bisa mengalami kesepian ketika kebutuhan mereka akan hubungan sosial tidak terpenuhi.

Tak hanya mempengaruhi kondisi mental, kesepian juga telah terbukti dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Dapat Menjangkiti Anak-Anak, Pentingnya Vaksin Hepatitis A untuk Si Kecil

Dispar Badung Catat Kunjungan Wisatawan Domestik Minus 81 Persen

Ini Gejala-gejala yang Ditimbulkan Covid-19 pada Tubuh, Termasuk Jari Berubah Warna

Salah satu riset yang membuktikan hal tersebut telah diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Riset dilakukan oleh seorang profesor psikologi dari University of Chicago, John T. Cacioppo.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved