Breaking News:

Pencegahan Rotavirus, Virus Berbahaya yang Mengancam Kesehatan Si Kecil

Rotavirus dapat bertahan hingga 2 bulan di luar tubuh manusia dan menyebar dari orang ke orang

pixabay/StockSnap
Ilustrasi anak bermain gadget 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ayah Bunda, terutama yang baru pertama kali menjadi orangtua, apakah pernah mendengar tentang Rotavirus?

Jika ya, apa saja yang Ayah dan Bunda ketahui tentang Rotavirus?

Sebagian besar orangtua mungkin akan menjawab diare, karena gejala ini merupakan gejala yang paling umum dialami si kecil yang terinfeksi Rotavirus.

Namun, implikasi infeksi Rotavirus tidak hanya sekadar diare saja, lho.

Hati-Hati Jika Si Kecil Alami Diare, Bisa Jadi Infeksi Rotavirus, Ini Gejalanya

Beli HP Pakai Uang Palsu yang Dicetak Sendiri, Dituntut 6 Tahun, Agus Putrayasa Minta Dihukum Ringan

Jelang Uji Laga Coba, Berikut Catatan Pertemuan Persib Bandung vs Tira Persikabo

Yuk, simak klarifikasi di bawah agar Ayah dan Bunda dapat memahami lebih jauh mengenai Rotavirus yang dapat membahayakan si kecil.

Dikutip dari siaran pers GlaxoSmithKline Pharmaceuticals yang diterima Tribun Bali, Kamis (4/9/2020) menjelaskan, bahwa pemberian ASI eksklusif, mencuci tangan, akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu mencegah penyakit rotavirus.

Tetapi mungkin tidak cukup.

Virus ini dapat bertahan hingga 2 bulan di luar tubuh manusia dan menyebar dari orang ke orang atau melalui permukaan yang terkontaminasi, termasuk mainan.

Disinfeksi kimia mungkin bisa menghambat penyebaran Rotavirus.

Namun, Ayah dan Bunda harus memperhatikan jenis atau kandungan disinfektan yang digunakan, dan permukaan apa saja yang bisa diberi disinfektan.

Penggunaan disinfektan juga harus mempertimbangkan keamanannya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, kompatibilitas dengan permukaan yang akan didisinfeksi.

Kemudahan penyimpanan dan aplikasi, serta rentang kemampuannya membunuh kuman atau virus.

Kesimpulannya, meskipun menjaga kebersihan itu penting, menjaga sanitasi lingkungan saja mungkin tidak cukup untuk mencegah penyebaran dan penularan Rotavirus.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved