Kiat Bersedih yang "Sehat" Saat Alami Putus Cinta demi Menjaga Kesehatan Mental
Psikolog klinis Adam Borland, PsyD. menjelaskan, kesedihan karena putus cinta sama dengan saat ditinggal mati orang yang dicintai.
Putus cinta masih memungkinkan adanya ruang rekonsiliasi yang menciptakan harapan untuk balik dengan sang mantan.
Namun, apabila tidak berjalan sesuai harapan, kesempatan ini juga bisa membuat seseorang makin sedih karena tidak bisa bersama dengan kekasihnya.
Borland menjelaskan, seseorang perlu bersedih setelah putus cinta.
"Bersedih adalah proses alami yang membantu otak menyesuaikan diri menghadapi kenyataan yang baru," jelas dia.
Menurut dia, menghindari kesedihan dapat membuat seseorang terus-menerus terjebak dalam perasaan sedih, kesepian, malu, bersalah, dan marah.
Perasaan tersebut dapat memengaruhi harga diri seseorang.
Orang yang tidak bersedih setelah putus cinta disebut jamak mengambil strategi bangkit dengan cara tidak sehat, misalkan dengan alkohol.
Orang yang baru putus cinta tanpa bersedih juga cenderung menarik diri dari lingkar pergaulan. Hal itu rentan memicu depresi.
"Emoh bersedih setelah putus cinta bikin seseorang tidak pernah menyelesaikan perasaan saat menjalin suatu hubungan. Jadi sulit untuk membina hubungan baru ke depan," kata dia.
• 6 Zodiak Ini Punya Harga Diri Tinggi hingga Tak Ingin Dikasihani Orang Lain, Siapa Saja Mereka?
• Acara Ngapel Kali Ini Ajak Masyarakat Mengenal Dunia Modeller Otomotif
• Lahir Minggu Kliwon Sungsang, Banyak Rejeki Tapi Pemboros
Cara menjaga kesehatan mental setelah putus cinta
Bersedih secukupnya setelah putus cinta bisa jadi ruang bertumbuh.
Setelah suatu hubungan berakhir, seseorang bisa merenung, mengoreksi, dan memutuskan nilai-nilai baru apa yang akan jadi pegangan ke depan.
Borland membagikan kiat bersedih yang sehat setelah putus cinta.
Di antaranya:
Jangan menutup diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putus-cinta_20161104_162815.jpg)