Corona di Bali
12 Petugas Satpol PP Jembrana Reaktif Rapid Test
12 petugas Satpol PP Kabupaten Jembrana diketahui reaktif rapid test, Rabu (9/9/2020) pagi
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - 12 petugas Satpol PP Kabupaten Jembrana diketahui reaktif rapid test, Rabu (9/9/2020) pagi.
12 orang petugas itu menjalani rapid test di halaman kantor dan beberapa tempat lainnya.
Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Jembrana, Made Leo Agus Jaya.
Leo mengatakan, untuk keseluruhan ada sekitar 240 anggotanya yang menjalani rapid test.
Untuk di kantor Satpol PP sendiri sedikitnya ada 168 petugas yang mengikuti rapid test wajib itu.
Kemudian, untuk yang reaktif rapid test sekitar 12 orang.
• Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 di Bali Hampir Penuh
• Pangdam IX/Udayana Peroleh Apresiasi di Bidang Kesehatan, Siap Wujudkan Bali Bebas Covid-19
• Bertemu Civitas Akademika Unud, Dwipayana Janji Tindaklanjuti Peningkatan Jumlah Tes Covid-19
Dimana sekitar 156 non reaktif rapid test.
Untuk sisanya sekitar 72 orang menjalani rapid test di tempat lain, seperti BKD dan tempat lainnya.
"Ada sekitar 12 orang petugas yang diketahui reaktif rapid test," ucapnya.
Atas hal ini, Leo menyatakan, petugas yang reaktif rapid test akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana untuk dilakukan langkah selanjutnya.
Entah dengan isolasi mandiri di rumah atau hotel.
• Kasus Positif Covid-19 dan Pasien Meninggal di Bali Meningkat, Ini Penyebabnya
• Rasio Hunian Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di RSUP Sanglah Mencapai 94,39 Persen
• 11 Hari Jalani Isolasi, Novel Baswedan dan Keluarga Sudah Negatif Covid-19
Yang pasti akan segera dilakukan pemastian swab test oleh tim medis.
"Tentu yang reaktif nanti akan swab test dan menjalani isolasi," tegasnya.
Sebelumnya Leo mengaku alasan menggelar rapid test di internal organisasi perangkat daerah (OPD) karena tugas-tugas yang diemban anggota rentan paparan Covid-19.
Misalnya saja, tugas Satpol PP yang berhadapan dengan masyarakat, mulai dari bertugas di Pos KTP, penanganan orang terlantar atau ODGJ, bahkan warga yang tidak jelas identitasnya.
"Maka kami lakukan rapid test, setidaknya mendeteksi sedini mungkin untuk penanganan, kalau ada reaktif maka akan ada isolasi mandiri," ungkapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-rapid-test-2.jpg)