Breaking News:

Corona di Bali

Seorang Pasien Positif Covid-19 di RS PTN Unud Sempat Kabur, Begini Penjelasan Dirut

Pada hari Jumat (11/9/2020) dinihari lalu, seorang pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani perawatan di RS PTN Unud melarikan diri

TRIBUN BALI
Suasana RS Unud yang mulai dioperasikan untuk penanganan khusus Covid-19, Selasa (7/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pada hari Jumat (11/9/2020) dinihari lalu, seorang pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani perawatan di RS PTN Unud melarikan diri dari ruangannya.

Begitu mendapati seorang pasien Covid-19 kabur, pihak RS PTN Unud langsung berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten dan Provinsi untuk melakukan upaya pencarian.

Akhirnya pasien tersebut ditemukan Satgas Covid-19 di daerah Taman Pancing, Denpasar, Bali.

“Oh itu ternyata pasiennya memiliki dugaan gangguan jiwa. Memang ada itu jam 02.00 Wita dinihari (Jumat), kami lapor ke satgas sesuai protokol, dan besoknya sudah ditemukan di Taman Pancing dan dibawa ke sini lagi,” jelas Dirut RS PTN Unud Dr. dr Dewa Putu Gede Purwa Samatra, saat ditemui tribun-bali.com, Senin (14/9/2020).

Ia menambahkan, pasien Covid-19 lainnya banyak memiliki komorbid (penyakit penyerta) hipertensi, kencing manis, dll, tapi pasien ini komorbidnya gangguan jiwa.

“Sudah dirawat lagi di sini dan dokter psikiatri juga menangani itu. Dia sepertinya dirawat di lantai bawah, jadi bisa saja (melarikan diri gampang), jam 2 dinihari juga tenaga medis sedang istirahat, bisa saja dia menyelinap pelan keluar,” imbuh dr. Purwa.

Pihaknya juga mengakui kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di RS PTN Unud yang lebih dari 90 persen ini, menyebabkan tenaga kesehatan tidak bisa mengawasi pasien satu per satu secara khusus, sehingga pasien itu bisa melarikan diri.

Keterisian Bed Bagi Pasien Covid-19 di RS PTN Unud Capai 97 Persen, Dirut : Tinggal 3 yang Kosong

Hampir 50 Persen Pasien Covid-19 di Karangasem Berusia 40 Tahun ke Atas

Update Covid-19: Kasus Positif di Bali Bertambah, Fasilitas di Denpasar dan Badung Ini Ditutup

“Karena pasien banyak kami tidak terfokus satu saja, jadi bisa menyelinap kabur, tapi kami dengan cepat berkoordinasi, dan besoknya sudah ketemu. Dengan adanya seperti ini kami akan lebih waspada lagi,” ujarnya.

dr. Purwa menuturkan, dari awal pasien itu hasil rapid test-nya reaktif, lalu dilanjutkan swab test positif, tapi ternyata ada komorbid gangguan jiwa (diketahui pasca kabur).

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved