Tips Menjaga Sistem Pencernaan agar Tetap Sehat, Termasuk Terapkan Mindul Eating
Ketika masalah seperti kembung, mual, diare, konstipasi, bahkan hingga kanker usus muncul, orang baru sadar betapa pentingnya sistem pencernaan.
TRIBUN-BALI.COM - Sistem pencernaan manusia bekerja hampir 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu.
Sayangnya, banyak orang tidak terlalu memperhatikan kesehatan bagian tubuh satu ini.
Ketika masalah seperti kembung, mual, diare, konstipasi, bahkan hingga kanker usus muncul, orang baru sadar betapa pentingnya sistem pencernaan.
Oleh karena itu, sebelum masalah pencernaan datang, kita wajib menjaga kesehatannya. Caranya mudah.
Kita cukup berkomitmen untuk mengatur pola makan sekaligus mengubah gaya hidup agar bisa berdampak positif bagi sistem pencernaan.
Bonusnya, tubuh akan jadi lebih sehat dan bugar. Siapa yang tak mau? Cara menjaga kesehatan pencernaan.
• Diet Bisa Menghilangkan Otot Tubuh, Bukan Lemak, Berikut 5 Tandanya
• Ingin Tetap Asyik di Tengah Lingkungan Kerja yang Toksik? Terapkan Satu Cara Ini
• Ampuh Mencegah Stres, Tips Menjadi Orangtua yang Penuh Kesadaran
1. Pilah dan pilih apa yang dimakan
Sebisa mungkin, pilihlah makanan yang benar-benar “asli” tanpa banyak tambahan pengawet, perasa, pemanis, atau tambahan sodium yang membuatnya gurih dan menggiurkan.
Ini penting karena segala jenis tambahan pada makanan ini bisa menyebabkan peradangan pencernaan.
Makanan dengan tambahan pemanis yang mengandung gula tambahan justru dapat menambah jumlah bakteri berbahaya di pencernaan.
Ketika rasio bakteri baik dan bakteri jahat tidak seimbang, maka dapat menyebabkan gangguan usus besar hingga Crohn’s disease.
2. Perkaya asupan serat
Serat sudah lama dikenal bermanfaat untuk pencernaan manusia. Baik itu serat yang larut dalam air maupun tidak, sama-sama membantu memudahkan kinerja sistem pencernaan.
Orang yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat akan mengurangi risiko mengalami GERD, gangguan usus besar, atau luka di lambung.
Sehari-hari, menu kaya serat bisa diperoleh dari oat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan olahan whole grain lainnya yang kaya nutrisi. Imbangi pula dengan banyak mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya prebiotik.
• Andrea Pirlo Paling Memikat Kaum Hawa di Italia, Mengapa?
• Tips Memasak agar Tak Boros Minyak, Gunakan Metode Pan Fry
• Pernah Alami Mimpi Makan Daging Sapi? Jangan Khawatir, Berikut Artinya
3. Tetap terhidrasi
Meskipun terlalu banyak minum air putih bisa berbahaya bagi tubuh pada konsisi tertentu, namun tak kalah penting memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Untuk mencegah konstipasi dan masalah pencernaan lainnya, idealnya minum 1,5-2 liter cairan setiap harinya.
Ini bergantung pada jenis aktivitas dan kebutuhan tubuh masing-masing.
Selain air putih, sayuran dan buah yang kaya air seperti timun, zucchini, tomat, melon, stroberi, atau peach juga bisa jadi alternatif makanan sehat dan baik untuk pencernaan.
4. Kelola stres
Rupanya, mengelola stres adalah kunci menjaga optimalnya sistem tubuh mulai dari kesehatan telinga hingga kesehatan pencernaan. Apalagi, hormon stres bisa berpengaruh terhadap pencernaan secara langsung.
Saat tubuh stres dan berada dalam mode fight or flight, maka darah dan energi justru akan dialihkan meninggalkan sistem pencernaan.
Tak hanya itu, pencernaan dan otak sangat terhubung.
Apa yang terjadi di otak, juga akan berpengaruh pada sistem pencernaan. Pilih cara mengelola stres yang paling sesuai dengan diri masing-masing.
Entah itu dengan berolahraga, melakukan meditasi, yoga, berkebun, dan banyak aktivitas positif lainnya.
• Pernah Alami Mimpi Makan Daging Sapi? Jangan Khawatir, Berikut Artinya
• Arti Mimpi Tentang Polisi dan Tentara, Waspada Ada Situasi Bahaya yang Datang Dalam Hidup
5. Makan dengan mindful eating
Mindful eating adalah sebuah anjuran untuk makan dengan sungguh-sungguh dan menikmatinya secara perlahan. Cara ini baik untuk menjaga sistem pencernaan.
Mengingat makan terlalu cepat dapat menyebabkan kembung dan keluhan lain di pencernaan.
Jika ingin melakukan mindful eating, perhatikan seluruh makanan yang ada di hadapan serta konsumsi dengan sungguh-sungguh.
Ini artinya tidak terburu-buru, fokus tanpa ada distraksi hal lain, pilih tiap gigitan dan nikmati seluruh bagian makanan seperti tekstur, temperatur, dan rasanya.
6. Aktif bergerak
Selain memilah apa saja yang dimakan, olahraga atau aktivitas fisik secara teratur juga berdampak baik bagi sistem pencernaan seseorang.
Gerakan dan gaya gravitasi membantu makanan tercerna dengan baik.
Itulah mengapa tidak disarankan untuk langsung berbaring setelah makan, tapi lakukan aktivitas ringan seperti berjalan.
Orang yang aktif bergerak dapat mencegah terjadinya keluhan pencernaan seperti konstipasi dan gangguan usus besar.
Bonusnya, tubuh pun terasa lebih bugar.
Setiap saat, dengarkan seluruh sinyal tubuh, utamanya dari pencernaan.
Jangan jadikan momen makan sebagai pelampiasan atau emotional eating. Justru sebaliknya, makanlah dengan sungguh-sungguh, tidak terburu-buru, dan kunyah makanan hingga benar-benar lumat.
Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang menjadikan pencernaan sebagai tumbalnya.
Ingat betapa berjasanya sistem pencernaan bagi kondisi tubuh seseorang, jadi sudah selayaknya berterima kasih dengan menjaganya lewat asupan yang sehat serta menjauhkannya dari kebiasaan buruk. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan yang Sebaiknya Kita Ikuti"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-usus_20170612_090703.jpg)