Breaking News:

Corona di Bali

15 Pasien Covid-19 di RS PTN Unud Dapat Donor Plasma, Mayoritas Sembuh

Sudah ada sekitar 15 pasien Covid-19 di RS PTN Unud yang diobati dengan plasma donor

Pixabay
Ilustrasi pengobatan plasma darah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Terapi Plasma Konvalesen (TPK) khusus pasien Covid-19 dapat menjadi alternatif penyembuhan pasien lain yang terpapar dan mengalami gejala berat.

Pendonor TPK ini terus digenjot dan ditingkatkan agar proses penyembuhan pasien Covid-19 yang membutuhkannya semakin cepat pulih.

Namun, Direktur RS PTN Unud Dr. dr Dewa Putu Gede Purwa Samatra menyampaikan pihaknya tidak mengetahui berapa banyak pendonor itu.

Tingkatkan Jumlah Pasien Sembuh Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen

AS Izinkan Terapi Plasma Konvalesen untuk Obati Pasien Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?

11 Dokter dan Perawat Penyintas Covid-19 Jadi Orang Pertama di Bali Donorkan Plasma Konvalesen

“Itu kami tidak mengurus mengenai donor plasmanya, Fakultas Kedokteran dan Kodam IX/Udayana pelaksanaannya. Sudah ada sekitar 15 pasien Covid-19 di sini yang diobati dengan plasma donor,” ujar dr. Gede Purwa, kepada tribun-bali.com, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, diperkirakan dari 15 pasien Covid-19 itu sekitar 4 orang meninggal dunia, bukan karena plasmanya tapi karena ada penyakit penyerta lain, seperti gangguan ginjal dan lain-lain.

“Plasma ini digunakan untuk yang mengarah ke berat, diobatin dengan plasma. Ada pasien lainnya menerima donor plasma, lalu saat ini sembuh dan sehat,” ungkapnya.

Terapi Plasma Konvalesen adalah mengambil plasma darah dari orang yang sudah sembuh Covid-19, karena terdapat antibodi di dalam plasma darahnya untuk melawan virus itu.

28 Prajurit TNI Kodam IX/Udayana yang Sembuh dari Covid-19 Lakukan Donor Plasma Konvaselen

Update Covid-19 di Denpasar 16 September 2020: Pasien Sembuh 17 Orang, Positif Bertambah 15 Orang

Update Covid-19 di Bali 16 September 2020: Positif 49 Orang, Sembuh 55 Orang, Meninggal 5 Orang

Dengan disuntikkan ke orang yang terpapar Covid-19, pasien tersebut juga memiliki antibodi sebelumnya, namun ditambah dengan antibodi yang disuntikkan itu.

“Seperti ada tentara di lokasi X berperang tetapi tidak cukup jumlahnya. Nah di BKO-kan lah tentara dari tempat lain. Donor plasma semacam itu sederhananya,” ungkap dr. Gede Purwa.

Diketahui terapi plasma konvalesen ini sudah ada sejak 100 tahun lalu, pernah juga digunakan untuk menangani Flu Spanyol dan Ebola.

Beberapa peneliti pun sudah mengkaji manfaat plasma darah ini ke pasien positif Covid-19, dengan kata lain orang yang belum terinfeksi Covid-19 artinya tidak bisa menjadi pendonor.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved