Pilkada Serentak
Berikut 4 Alasan Presiden Jokowi Tidak Akan Menunda Pilkada Serentak 2020
Pilkada serentak tahun ini akan tetap dilakukan, meski banyak desakan penundaan pesta demokrasi di daerah ini.
TRIBUN-BALI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan untuk tidak akan menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020.
Ini artinya, Pilkada serentak tahun ini akan tetap dilakukan, meski banyak desakan penundaan pesta demokrasi di daerah ini.
Lantas apa alasan Presiden Jokowi bersikukuh tetap melaksanakan Pilkada?
Menkopolhukam Mahfud MD menjelaskan, keputusan Jokowi itu diambil kemarin, Senin (21/9/2020).
• Kabar Duka, Mantan Bupati Tabanan dan Ketua DPRD Bali Ketut Sundria Meninggal Dunia di Jakarta
• Sampah di TPA Bengkala Buleleng Overload, Sistem Sanitary Landfill Disebut Jadi Solusi Jangka Pendek
• Kemendagri Pastikan Proses Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Berbasis Teknologi dan Transparan
“Presiden berpendapat bahwa Pilkada tidak perlu ditunda dan tetap dilaksanakan. Pendapat Presiden ini sudah disampaikan oleh Mendagri agar disampaikan ke DPR, KPU, Bawaslu, DKPP dan sebagainya," ujar Mahfud usai rakor soal Pilkada 2020, Selasa (22/9/2020).
Ada 4 alasan Jokowi memutuskan Pilkada 2020 tetap digelar 9 Desember.
Pertama, untuk menjamin hak konstitusional rakyat untuk memilih dan dipilih dalam Pilkada 2020.
Kedua, penundaan Pilkada karena bencana Covid-19 tidak memberi kepastian karena tidak ada satu pun orang atau lembaga yang bisa memastikan kapan corona akan berakhir.
Mahfud mencontohkan di negara-negara yang kasus corona lebih buruk dari Indonesia, pemilu tidak ditunda. Misalnya di Amerika.
Alhasil, Jokowi berpandangan, Pilkada 2020 tidak perlu ditunda.
Ketiga, Jokowi tak ingin 270 daerah yang melaksanakan Pilkada 2020 dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) dalam waktu yang bersamaan.
" Plt itu tak boleh mengambil kebijakan-kebijakan yang strategis.
Sedangkan situasi sekarang saat pandemic, kebijakan-kebijakan strategis yang berimplikasi pada menggerakkan birokrasi dan sumber daya lain seperti dana itu memerlukan pengambilan keputusan dan langkah-langkah yang sifatnya strategis,” jelas Mahfud.
Keputusan ini juga dengan mendengarkan dan mempertimbangkan masukan dari berbagai unsur masyarakat termasuk ormas besar.
• Tiga Kelompok Pembudidaya Ikan di Bangli Dapat Bantuan Bioflok
• Serahkan Alsintan, Wabup Kembang Dorong Minat Generasi Muda Tekuni Pertanian
• KBRI Moskow Jembatani Kerja Sama Sektor Energi Indonesia dan Rusia
Antara lain PBNU dan Muhammadiyah, yang juga telah menyampaikan masukan mereka ke Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pilkada-serentak.jpg)