Jerinx SID Dilaporkan ke Polda Bali
Diminta Klarifikasi Aksi Solidaritas Jerinx, Mardika: Saya Tidak Akan Pernah Mundur
Pembubaran massa aksi solidaritas terhadap I Gede Ari Astina alias Jerinx (JRX) di depan PN Denpasar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar di Jalan
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Sempat ditanya, yang membiayai makan dan minum siapa. Kami tidak ada yang membiayai makan. kami bayar sendiri-sendiri. Hal seperti itu juga ditanyakan," ungkap Mardika.
Dirinya juga mengaku ditanyakan prihal siapa yang membuat selebaran serta aksi massa berasal dari mana.
"Ditanya apakah ada dari luar Denpasar atau luar Bali yang hadir aksi. Saya bilang tidak tahu, dan sebagai besar saya tidak mengenal massa aksi. Mereka datang karena melihat social media dan bersolidaritas terhadap Jerinx. Sehingga mereka bergabung," jelas Mardika.
Pula dirinya menanyakan ke penyidik mengenai mobil komando yang ditahan hingga kini.
Namun pihak penyidik menyatakan, kewenangan penyerahan mobil komando menunggu izin dari Kapolresta.
• Tak Kunjung Dapat Pekerjaan Saat Masa Pandemi, Residivis Ini Kembali Curi Sepeda Motor
• Jaksa Sampaikan Tanggapan Nota Keberatan Jerinx, Gendo: Jaksa Sedang Menyusun Paper
• Terjadi Tabrakan Beruntun Tiga Kendaraan di Depan Kantor KPU Jembrana
"Tadi katanya, itu kewenangan Pak Kapolresta terkait mobil komando. Alasan polisi menahan mobil, karena tidak bawa atau tidak punya SIM. Padahal kami sudah memperlihatkan STNK. Tapi tetap bahasanya adalah kewenangan diskresi dari pada mobil komando," sebut Mardika.
Ditanya apakah pemanggilan diminta klarifikasi ini bagian dari tekanan.
Menurutnya ini mungkin ini adalah bagian dari tekanan terhadap dirinya secara pribadi.
"Mungkin saya bagian dari yang ditarget untuk tidak melakukan aksi-aksi berikutnya dan ini merupakan bagian penekanan terhadap saya pribadi. Tapi kami harus hadapi. Tidak pernah ada kata takut. hanya ada satu kata lawan," tegasnya.
• Conor McGregor Diminta Antre Jika Ingin Hadapi Manny Pacquiao
• Juliantara Nekat Gantung Leher Buah Hatinya untuk Gertak Istri
"Saya tidak akan pernah mundur, selama itu menyuarakan kebenaran, menyuarakan aspirasi kepentingan publik. Bukan hanya untuk Jerinx tapi untuk sahabat-sahabat saya yang lain. Jika memang kita anggap benar, saya pasti akan lakukan gerakan-gerakan yang memang berdasarkan prinsip kemanusiaan, yang saya anggap bagian dari gerakan HAM. Saya punya hak untuk itu," cetusnya.
Dikatakan Mardika dirinya tidak menandatangani apapun saat diminta klarifikasi.
"Tadi saya tidak menandatangani klarifikasi itu, karena belum jelas juga. Saya tadi datang ke sana itu sebagai apa. Sebagai pengantar Pak Sugeng juga menyampaikan kepada penyidik. Mardika ini datang ke sini dalam rangka apa. Dijawab oleh penyidik hanya diminta klarifikasi aksi 29 September 2020," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nyoman-mardika.jpg)