Penanganan Covid

Banyak Anak Muda Nongkrong Tanpa Jaga Jarak, Sidak Prokes di Denpasar Kini Sasar Coffee Shop

Setelah melakukan sidak protokol kesehatan di fasilitas umum, tempat wisata, dan beberapa ruas jalan, kini Satpol PP Denpasar menyasar tempat usaha

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Satpol PP Denpasar
Sosialisasi protokol kesehatan oleh Satpol PP Kota Denpasar, Bali, ke beberapa coffee shop. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah melakukan sidak protokol kesehatan di fasilitas umum, tempat wisata, dan beberapa ruas jalan, kini Satpol PP Denpasar akan  menyasar tempat usaha.

Salah satu tempat yang akan disasar, yakni coffee shop.

Hal ini dikarenakan, banyak anak muda yang nongkrong di coffee shop saat malam tanpa memperhatikan protokol kesehatan, salah satunya yakni jaga jarak.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat diwawancarai, Rabu (7/10/2020) siang, mengatakan, pada sidak kali ini pihaknya akan langsung menerapkan sanksi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) No.46 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwali) No.48 Tahun 2020.

“Ternyata belakangan beberapa masyarakat mengartikan new normal ini dengan mengesampingkan protokol kesehatan. Dan ada fenomena anak-anak muda nongkrong tanpa menjaga jarak. Makanya kami akan sidak pemilik usaha yang tidak mengimbau pengunjungnya menerapkan protokol kesehatan,” kata Sayoga.

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Kelurahan Penatih Gelar Sidak Gabungan Prokes

Gelar Sidak, Satpol PP Tabanan Sebut Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Sudah Membaik

Sidak tempat usaha ini akan dimulai malam ini mulai pukul 18.30 Wita, dan akan langsung menerapkan sanksi kepada pemilik usaha yang tak mengindahkan protokol kesehatan.

Adapun sanksinya sesuai Pergub atau Perwali yakni denda Rp 1 juta.

Jika melakukan pelanggaran untuk kedua kalinya, izin usaha tersebut ditinjau hingga bisa dilakukan penutupan jika terus menerus melakukan pelanggaran.

Langkah ini diambil dikarenakan sebelumnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pemilik usaha dan memberikan teguran kepada yang melanggar.

Sehingga seharusnya, menurut Sayoga, pemilik usaha tersebut sadar dan mengikuti protokol kesehatan.

Dalam proses sosialisasi, pihaknya menemukan beberapa tempat usaha yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, khususnya jaga jarak.

Masih banyak pengunjung yang duduk dengan jarak berdekatan dan saat antre juga bergerombol.

5 Orang Terjaring Sidak Masker di Jalan Gatot Subroto Jembrana

17 Orang Terjaring Sidak Masker di Denpasar, 10 Orang Kena Denda di Tempat

“Kalau tempat cuci tangan hampir semua sudah ada, yang banyak pelanggaran yakni jaga jarak. Kalau tempatnya sempit, seharusnya tempat duduknya dikurangi, bukan memaksakan,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved