Corona di Bali
Denpasar Segera Miliki Lab PCR, Bisa Uji 90 Spesimen dalam Satu Sif
Denpasar akan segera miliki lab PCR atau tes swab sendiri. Lab PCR tersebut dibuka di RSUD Wangaya, Denpasar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Denpasar akan segera miliki lab PCR atau tes swab sendiri.
Lab PCR tersebut dibuka di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali.
Rencananya, tanggal 22 Oktober 2020, lab ini akan dipelaspas atau diresmikan secara Hindu.
Baca juga: Sempat Tak Sadarkan Diri di Sebuah Hotel di Denpasar, Seorang Wanita Mengembuskan Napas Terakhir
Baca juga: Liga I Indonesia 1 November Nanti Belum Kantongi Izin, Bek Bali United Tak Ingin Berkomentar
Baca juga: Kerajaan Bisnis Indra Priawan, Mampu Berikan Maskawin Nikita Willy Perhiasan Bertahtakan Berlian
Adapun alat dari tes PCR ini merupakan bantuan dari Provinsi Bali.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk lab PCR ini.
“Kami menggunakan salah satu ruang VIP di RSUD Wangaya untuk membuat lab ini. Alatnya merupakan bantuan dari Provinsi Bali,” katanya, Sabtu (17/10/2020).
Baca juga: Operasi Yustisi Covid-19 di Kota Denpasar, 6 Orang Terjaring Melanggar Protokol Kesehatan
Baca juga: Terdampak Covid-19, PAD Bali Tahun Anggaran 2021 Turun Rp 529 Miliar
Baca juga: BLT BPJS Ketenagakerjan / Subsidi Gaji Gelombang II Akan Disalurkan Akhir Oktober 2020
Dewa Rai menambahkan, selain persiapan ruangan, pihaknya juga masih mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) mulai dari tenaga medis, maupun analis.
Nantinya, tenaga medis dan analis ini akan diberikan pelatihan termasuk terkait dengan pengoperasian alat.
“Nanti begitu ruangannya di-pelaspas , alatnya langsung masuk dan akan segera digunakan,” katanya.
Ia mengatakan, lab PCR ini mampu menguji sebanyak 90 spesimen dalam satu sif.
Baca juga: 7 September - 15 Oktober 2020, 425 Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Terjaring Operasi Yustisi
Baca juga: Update Covid-19: Tujuh Bulan Mengarungi Pandemi, 277.544 Orang Telah Sembuh di Indonesia
Baca juga: Perekonomian Domestik Perlahan Naik, Kemenparekraf Siapkan Program Diskon Pariwisata
Sementara untuk waktu tunggu keluarnya hasil per sif ini yakni kurang lebih 3 jam.
Direncanakan juga dalam sehari dibuka dua sampai tiga sif pengujian.
Dengan demikian proses pencegahan dan pemutusan penyebaran Covid-19 bisa berjalan lebih maksimal.
Hal ini karena selama ini yang menjadi kendala yakni waktu tunggu keluarnya hasil swab.
Baca juga: Kasus Kematian Covid-19 di Buleleng Capai 5.05 Persen
Baca juga: Tiga Terbaik Food Startup Indonesia Program Kemenparekraf Ini Dapat Pembiayaan Pengembangan Usaha
Baca juga: Soal Bandara Bali Utara di Buleleng Pemerintah Diminta Selesaikan Dulu Konfliknya, Baru Bicara
“Dengan adanya lab ini akan lebih mempercepat proses dan kami bisa melakukan penanganan Covid-19 lebih bagus. Karena durasi keluarnya hasil tes sangat memengaruhi penangan Covid-19,” katanya.
Dewa Rai menambahkan, selama ini, untuk pengujian, sampel harus dikirim terlebih dahulu ke RSUP Sanglah, RSBM, RSPTN Unud, maupun ke Warmadewa.
Dan hasilnya pun keluar setelah 3 hari proses pengujian bahkan lebih karena masih menunggu antrean.
Baca juga: Dituntut 6 Bulan Penjara Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Vanessa Angel Tak Mau Pisah Dari Gala Sky
Baca juga: Ketua Partai Komunis Ini Mendadak Hilang dan Ditemukan tak Bernyawa
Dengan adanya lab PCR di RSUD Wangaya ini, akan mempercepat proses keluarnya hasil.
Yang otomatis juga akan mempercepat dan memperluas cakupan tracking jika terjadi kasus positif Covid-19. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-covid-19-deteksi-covid-19-pengujian-virus-corona.jpg)