Para Pemuda di Sukawati Ini Lestarikan Tanaman Upakara di Tanah Desa

Sekaa Teruna Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali memanfaatkan areal Pura Beji merak di desa setempat

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sejumlah bibit tanaman upakara yang ditanam generasi muda di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar, Bali Minggu (18/10/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sekaa Teruna Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali memanfaatkan areal Pura Beji merak di desa setempat untuk melestarikan tanaman upakara.

Di mana saat ini, tanaman yang perannya sangat penting untuk upacara keagamaan, hampir tergusur oleh tanaman hias.

Penanaman dilakukan, Minggu (18/10/2020).

Koordinator Kegiatan, I Made Wisnawa mengatakan, penanaman tanaman upakara ini tidak hanya sekadar tanam.

Baca juga: Prabowo Sebut Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Dibiayai Asing, Begini Penjelasan Jubir Gerindra

Baca juga: Cegah Covid-19, Sosialisasi Prokes di Denpasar Utara Libatkan Swasta & PKK Desa Dauh Puri Kaja

Baca juga: Tebing di Pantai Mangening Longsor Akibat Abrasi, PUPR Akui Belum Bisa Lakukan Perbaikan

Namun mereka juga menyediakan tempat khusus, supaya tanaman tidak hanya berfungsi untuk upacara keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai hiasan areal beji.

Sepanjang sungai di areal tersebut juga akan ditanami bunga merak Bali.

“Kami bersihkan telajakan sungai agar kelihatan lebih asri dan bersih. Terdapat juga tanaman bunga tabebuia dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sepanjang sungai juga akan ditanam bunga merak Bali untuk pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca juga: Barcelona Tumbang, Ronald Koeman Mengaku Dihina Pemain Getafe

Baca juga: Arka Kinari Susuri Jalur Rempah Nusantara, Kini Singgah di Bali

Baca juga: Sempat Minta Roti ke Cucunya, Kakek Umur 70 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Abiansemal Badung

Selain itu, kata dia, program menanam tanaman upakara itu tidak terlepas dari dukungan rekan-rekannya.

Pihaknya juga akan menghiasi taman bermain anak-anak di desa setempat dengan tanaman upakara.

Sebab pihaknya berharap, anak-anak bisa mengenal tanaman upakara sejak dini.

Baca juga: Terimpit Ekonomi & Stres Suami Sering Main Kartu, Seorang Ibu Bunuh Anak Bayinya Berumur 3 Bulan

Baca juga: Disindir Baim Wong Tak Paham Uang Lewat Vlog di YouTube, Luna Maya: Sayakan Sendiri

Baca juga: Seorang ABK Meninggal Dunia Saat Perjalanan ke Darat, Polisi Katakan Korban Alami Sakit Ini

“Karena anak bermain ada edukasi, bukan ditanam saja tapi ini perlu dirawat rutin sambil bermain di areal ini. Dukungannya banyak dari komunitas trash hero pungut sampah plastik, sekaa teruna, hingga warga banjar,” ungkapnya.

Wisnama mengatakan, supaya kecintaan terhadap alam tumbuh sejak dini pada anak-anak, pihaknya akan mengajak anak-anak di desanya menanam satu pohon tiap anak, dan nama anak tersebut akan diisi pada pohon yang ditanam anak tersebut. 

Baca juga: Bali Berpotensi Terdampak Fase Awal La Nina, BMKG: Waspada Curah Hujan Tinggi & Angin Kencang

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Jenazah Wanita yang Ditemukan Tergeletak di Hotel Denpasar, Ini Kata Dokter

“Tujuannya agar rasa memiliki semakin kuat, sehingga tidak asal tanam, tapi akan tumbuh kesadaran untuk memeliharanya," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved