Pemkab Jembrana Ikut Serta Panen Perdana Pisang Cavendish Kualitas Ekspor
Kabupaten Jembrana berhasil mengembangkan produk perkebunan berupa tanaman pisang jenis Cavendish.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kabupaten Jembrana berhasil mengembangkan produk perkebunan berupa tanaman pisang jenis Cavendish.
Besar kemungkinan pisang cavendish Jembrana akan menjadi produk unggulan seiring dengan panen perdana yang digelar Jumat (30/10/2020).
Bahkan, pisang ini memiliki kualitas ekspor yang ditanam di Perkebunan Perusda Pekutatan.
Panen perdana pisang Cavendish ini dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, Bupati Jembrana I Putu Artha, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali Kemenkeu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Plt. Direktur Produk Ekspor Pertanian dan Kehutanan Kemendag, Management in Charge of Sales and Marketing PT GGP serta Kapolres Jembrana.
Baca juga: Kontraksi Palsu Kehamilan Berbahaya jika Ditandai dengan Hal Ini
Baca juga: Putrinya Minta Izin Menikah, Ayah Kandung Malah Rudapaksa Sang Putri Sebanyak 6 Kali Lalu Direkam
Baca juga: Jumlah Petani Garam di Amed Terus Meningkat
Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, bahwa pisang ini sudah ditanam pada akhir Desember 2019 lalu dengan lahan demoplot seluas 23 hektare.
Lahan tersebut merupakan milik Perusda Bali yang terletak di Kecamatan Pekutatan Jembrana.
Pengembangan produk holtikultura jenis buah Pisang Cavendish ini tentu akan terus didorong pemerintah melalui Kemenko Bidang Perekonomian melalui program Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor.
Program ini adalah salah satu upaya meningkatkan pemerataan ekonomi di daerah.
Baca juga: Yasmine Wildblood Pernah Jadi Pelakor, Rasakan Kenyamanan saat Pacari Suami Orang
Baca juga: Wisdom Masuk Bali dari Pelabuhan Ketapang Menurun
Baca juga: Truk Terguling di Desa Pengeragoan Pekutatan, Body Samping Rusak
Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yakni mendorong petani dan nelayan agar membangun model bisnis korporasi dengan skala ekonomi yang efisien.
“Sehingga memang dapat mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, teknologi, dan memperkuat pemasaran produk,” ucapnya.
Menurut dia, kerja sama kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan petani adalah solusi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kontinuitas produk pisang cavendish.
Dengan demikian, dapat memenuhi kebutuhan baik bagi pasar lokal maupun pasar global serta sebagai upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Baca juga: Lucy Peng, Wanita Terkaya Dunia yang Dulu Berprofesi Sebagai Guru
Baca juga: Khabib Nurmagomedov Diayakini Akan Selesaikan 30 Pertandingan Oleh Bos UFC
Baca juga: Romelu Lukaku Alami Cidera Paha, Terancam Absen Lawan Real Madrid
“Dan hasilnya menurut kami luar biasa. Bahkan lebih produktif dibandingkan indukannya di Lampung. Ke depan, produksi di Jembrana akan terus dikembangkan dan telah disepakati dengan provinsi Bali menjadi 300 hektar."
"Untuk awal ini kita penuhi pasar di Pulau Bali. Dan ke depannya kami yakin juga bisa memenuhi kebutuhan di luar Bali bahkan ekspor,” paparnya.
Dari data yang dihimpun, bahwa kontribusi ekspor khususnya buah-buahan Indonesia pada tahun 2019 mencapai 95,98 juta USD dengan total volume 110 ribu ton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-artha-ikut-serta-memanen-perdana-pisang-cavendish.jpg)