Breaking News:

Dewan Buleleng Akan Awasi Proyek Infrastruktur dari Dana PEN, Pastikan Tenaga Kerja Lokal Dilibatkan

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan adanya masyarakat Buleleng yang dipekerjakan dalam proyek tersebut.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Gede Wandira Adi 

“Yang namanya proyek memang harus kejar tayang, sehingga SDM harus disiapkan dengan baik. Dalam waktu dekat kami akan rapat dengan Gapensi, agar masyarakat Buleleng bisa diserap. Saya juga bangga 50 persen dari pinjaman PEN itu untuk masyarakat Buleleng seperti pembuatan jembatan, irigasi dan jalan. Mudah-mudahan proyek itu bisa digarap oleh pekerja lokal Buleleng,” terang Wandira.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha menegaskan, dalam pengerjaan proyek infrasturkur yang dibiayai dari dana PEN memang telah diatur sedapat mungkin menggunakan tenaga kerja lokal.

Persyaratan itu juga dicantumkan dalam dokumen lelang. Bahkan, sebelum pengerjaan dimulai, pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap tenaga kerja yang dilibatkan.

“Sebelum teken kontrak, pekerja akan dihadirkan untuk memastikan benar nggak melibatkan tenaga kerja lokal. Jadi pasti akan di cek nanti. Jika tidak melibatkan tenaga kerja lokal, maka akan diberikan teguran,” terang Adiptha.

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Jembrana Capai 91 Persen

Baca juga: Kepergok Maling Ayam, Motor Swastama Dibakar Warga di Bangli

Baca juga: Sekitar 7.000 UMKM di Badung Telah Menerima BPUM Melalui Bank BRI

Sementara terhadap proyek revitalisasi Pasar Banyuasri yang diklaim hanya sedikit menggunakan tenaga kerja lokal, Adiptha menyebut, saat awal proyek itu dimulai, pihak rekanan dalam hal ini PT Tunas Jaya Sanur sudah melibatkan sebanyak 60 persen tenaga kerja lokal asal Buleleng. 

“Untuk data saat ini saya belum cek berapa tenaga kerja lokal yang kerja di Pasar Banyuasri. Tentu pihak rekanan melihat situasi juga. Kalau Galungan-Kuningan kan masyarakat lokal kebanyakan libur, jadi yang kerja penuh tenaga dari luar Bali.

Demikian saat hari raya Idul Fitri, yang kerja full itu tenaga lokal. Saat merekrut tenaga kerja, pasti pihak rekanan juga melihat sertifikat keahlian yang dimiliki. Kalau tenaga lokal tidak ahli misalnya dalam bidang pengawasan atau struktur, yang direkrut pasti tenaga luar Buleleng atau luar Bali yang ahli dalam bidang itu,” jelas Adiptha. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved