Breaking News:

Bupati Eka Pidato Pengantar 6 Ranperda, RAPBD Pemkab Tabanan 2021 Turun Ratusan Miliar Rupiah

Juga terungkap bahwa RAPBD 2021 mendatang turun sebesar Rp 298,836 Miliar atau 14,13 persen dari APBD Induk 2020 lalu.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga saat memimpin rapat virtual penyampaian pidato pengantar terhadap 6 (enam) buah Ranperda Tabanan di Kantor DPRD Tabanan," Senin (23/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Eksekutif dan Legislatif Tabanan melakukan rapat Paripurna ke 12 masa persidangan ke tiga Tahun 2020 DPRD Kabupaten Tabanan, yang dilaksanakan via daring melalui aplikasi, Senin (23/11/2020).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga tersebut adalah terkait penyampaian pidato pengantar terhadap 6 (enam) buah Ranperda Kabupaten Tabanan.

Juga terungkap bahwa RAPBD 2021 mendatang turun sebesar Rp 298,836 Miliar atau 14,13 persen dari APBD Induk 2020 lalu.

Enam buah Ranperda tersebut diantaranya, Ranperda tentang APBD Tahun 2021, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 13 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Baca juga: Perjuangan Wayan Wita Masuk 5 Besar Kategori Guru SD Inovatif Tingkat Nasional dari Kemendikbud

Baca juga: 15 Pelanggar Prokes Terjaring di Banjarangkan Klungkung, Diberi Hukuman Menyapu Area Pura

Baca juga: Dr Komang Gede Sanjaya Luncurkan Buku Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman

Bupati Eka mengatakan, pertimbangan mendasar yang melatar belakangi pengajuan 6 buah Ranperda ini diantaranya adalah Ranperda tentang APBD Tahun 2021 merupakan rencana Keuangan Daerah yang ditetapkan dengan Perda yang mengacu pada kebijakan umum, APBD dan PPAS yang merupakan awal perencanaan anggaran daerah yang menjadi pedoman dalam menyusun rancangan APBD TA 2021.

"Pada rancangan tahun anggaran 2021, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 1,8 Triliun lebih mengalami penurunan sebesar Rp 298,836 miliar lebih atau 14,13 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2020. Dan Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 1,8 Triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 294,279 miliar lebih atau 13,5 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2020, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp 69,5 miliar lebih yang akan ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari estimasi Silpa tahun anggaran 2020," ungkap Bupati asal Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti ini.

Bupati Eka melanjutkan, Silpa tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 391,6 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 1,3 miliar lebih, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 42,5 miliar lebih.

"Belanja Daerah terdiri dari belanja operasi dan belanja modal sebesar Rp 1,6 triliun lebih, belanja tak terduga sebesar Rp 13,3 miliar dan belanja transfer sebesar Rp 251,9 Miliar lebih," imbuhnya.

Untuk 5 Ranperda lainnya, kata dia, pertimbangan mendasar yang melatarbelakangi adalah karena adanya peraturan pemerintah nomor 72 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 18 tahun tahun 2016 tentang Perangkat daerah, adanya Permendagri nomor 100 tahun 2016 tentang pedoman nomenklatur dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi dan Kabupaten Kota, Permendagri nomor 106 Tahun 2017 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, Permendagri nomor 138 tahun 2017 tentang penyelengaraan pelayanan terpadu satu pintu dan Ranperda nomor 13 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

"Oleh semua itu kita wajib berkomitmen agar pelaksanaannya dapat dilaksanakan secara efektif.

Konsekuensinya kita semua dituntut dapat membuat perencanaan yang realistis, berkualitas serta implementatif dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk sumber daya yang handal," tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved