Breaking News:

Sponsored Content

Dr Komang Gede Sanjaya Luncurkan Buku Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman

Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., menerbitkan sebuah buku yang berjudul berjudul Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Foto istimewa Tim Jaya-Wira
Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., saat memperlihatkan sebuah buku yang berjudul Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman di Tabanan belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., menerbitkan sebuah buku yang berjudul berjudul Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman.

Salah satu tujuan ditulisnya buku ini adalah sebagai literatur dalam meningkatkan karakter siswa di Kabupaten Tabanan kedepan.

Selain itu, ia juga menunjukkan dirinya sebagai pemimpin cerdas dan berkualitas karena telah menambah satu literasi yang penuh nilai edukasi.

Dalam penulisan buku ini, selain mengacu dari beberapa lontar, Veda, buku referensi nasional, buku referensi internasional dan jurnal nasional juga berdasarkan dari hasil wawancara dengan para narasumber yang kompeten dibidangnya.

Baca juga: PDAM Denpasar Alami Gangguan karena Air Tukad Ayung Mengecil dan Keruh, 10 Ribu Pelanggan Kena Imbas

Baca juga: Rapat TAPD Badung Sempat Diskors, Banggar DPRD Protes Tak Terima Data RAPBD 2021

Baca juga: Cerita Ni Kadek Sundari Tekuni Menenun Kain Cepuk Rangrang, Motif Loreng Banyak Dipesan Prajurit TNI

 Kemudian, untuk studi lapangan dilakukan pada tiga pasraman yang berdiri di Tabanan seperti diantaranya Pasraman Seruling Dewata, Pasraman Kebo Taruna dan Pasraman Mandala Suci.

Meskipun Komang Gede Sanjaya yang saat ini sedang berkonsentrasi dalam perhelatan Pilkada Tabanan sebagai Calon Bupati Tabanan, ia tetap menyempatkan diri untuk menyelesaikan buku setebal 377 halaman dengan tujuh bab.

Di dalamnya juga diperjelas dengan tabel dan gambar.

Politikus PDIP asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan ini menjelaskan, pertimbangan menulis buku ini adalah melihat pendidikan agama Hindu berbasis pasraman menjadi sebuah contoh penerapan pendidikan agama dengan menekankan pada karakter yang berlandaskan tradisi dan seni budaya Bali dalam  bingkai religiusitas Hindu.

"Pasraman mendidik manusia Hindu menjadi manusia seutuhnya dengan karakter kehinduan yang mapan dan kuat sebagaimana tercantum dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)," jelas Sanjaya, Senin (23/11/2020).

Dia melanjutkan, dalam Sisdiknas juga tertuang bahwa siswa diajarkan untuk mengalami secara langsung pengetahuan tersebut dengan penekanan bobot nilai lokal yang diformulasikan dengan pendidikan modern.

Sehingga, sebagai peserta didik pasraman, para siswa akan secara alamiah mengalami pembelajaran sambil mengamalkan pengetahuannya langsung dan dari sedini mungkin tertanam pendidikan karakter dalam dirinya.

"Buku ini juga dapat dijadikan sebagai sarana dalam proses membangun karakter siswa sesuai dengan kebijakan pemerintah dan memperkuat pondasi agama dikalangan peserta didik," imbuh pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Tabanan ini.

Selain itu, kata dia, juga untuk membekali generasi muda untuk menghadapi nilai-nilai perubahan dalam pergaulan kehidupan global serta tindakan antisipasi terhadap munculnya penyimpangan perilaku di kalangan siswa.

"Astungkara, apa yang saya tuangkan di dalam buku ini nantinya bisa bermanfaat bagi kita semua," harapnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved