Jerinx Dipindah ke Lapas Kerobokan

Jalani Karantani 14 Hari di Lapas Kerobokan, Jerinx Kini Mendekam di Blok Wisma Kuta

I Gede Ary Astina alias Jerinx (43), masih harus menjalani isolasi di ruangan khusus karantina selama 14 hari yang terhitung sejak mulai dipindah

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
I Gede Ary Astina alias Jerinx saat dipindah ke Lapas Klas IIA Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali pada Senin (30/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Usai dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali pada Senin (30/11/2020) pukul 11.00 Wita, I Gede Ary Astina alias Jerinx (43), masih harus menjalani isolasi di ruangan khusus karantina selama 14 hari yang terhitung sejak mulai dipindah dari Rutan Polda Bali.

Meskipun dikatakan pihak Kejari Denpasar yang mengatakan bahwa hasil swab Jerinx yang negatif.

Drummer band Superman Is Dead kelahiran Kuta tersebut, tidak langsung ditempatkan ke ruangan yang dihuni narapidana yang mendekam di Lapas Klas IIA Kerobokan.

Yulius Sahruzah selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIA Kerobokan menerangkan saat dihubungi Tribun Bali pada Rabu (2/12/2020) sore.

Baca juga: Kecamatan Karangasem dan Kubu Masuk Daerah Rawan Banjir Bandang, Warga Diimbau Selalu Waspada

Baca juga: Warga Denpasar Diwajibkan Pilah Sampah, 6 Desa Dipilih Sebagai Percontohan Olah Sampah Jadi Kompos

Baca juga: Ketut Suarsa Ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Perbekel Desa Tajun Buleleng

Ia menjelaskan setiap narapidana yang dipindah ke Lapas Kerobokan yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku selama masa pandemi atau mengikuti protokol kesehatan (Prokes) dengan diisolasi di Blok Wisma Kuta.

"Masih di blok isolasi, Blok Wisma Kuta," ujar Kalapas Klas IIA Kerobokan, Yulius Sahruzah terpisah pada Rabu (2/12/2020).

Dalam hal lainnya, selama masa karantina keluarga atau kerabat sementara waktu tidak diijinkan untuk membesuk atau berkunjung ke Lapas Kerobokan.

Selama masa isolasi di Blok Wisma Kuta, Jerinx dikarantina bersama 19 orang napi lainnya yang juga baru beberapa hari dipindah.

Mengenai perlakuan yang dijalani selama masa hukuman penjara di Lapas Kerobokan, Kalapas Klas IIA Kerobokan menambahkan tidak ada perlakuan khusus bagi Jerinx.

Meskipun Jerinx merupakan public figur, Yulius tetap tidak mengistimewakan dan tetap sama seperti narapidana lainnya yang menjalani masa hukuman di Lapas Klas IIA Kerobokan.

"Biasa saja dan diperlakukan sama seperti tahanan yang baru masuk lainnya," tambah Yulius.

Sementara itu, usai menjalani masa karantina selama 14 hari, Yulius Sahruzah belum memberikan jawaban pasti dimana Jerinx akan berdiam (Wisma) selama di Lapas Kerobokan.

"Belum ada rencana (tempat Wisma).

 Belum ditentukan tempatnya," tutup Kalapas Klas IIA Kerobokan tersebut.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved