Breaking News:

Berada di Kawasan Rawan Bencana, Walhi dan Frontier Bali Minta Lokasi Pusat Kebudayaan Bali Dipindah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bakal membangun Pusat Kebudayaan Bali Terpadu dengan luas sekitar 334,62 hektare di Kabupaten Klungkung.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi kawasan eks Galian C di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (23/4). Lokasi ini rencananya akan dibangun pusat kebudayaan Bali dan usulan ini ditindaklanjuti Presiden Jokowi. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bakal membangun Pusat Kebudayaan Bali Terpadu dengan luas sekitar 334,62 hektare di Kabupaten Klungkung.

Rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Terpadu tersebut tepatnya berada di Desa Gegel, Desa Jumpai dan Desa Tangkas di Kecamatan Klungkung; serta Desa Gunaksa dan Desa Sampalan Kelod di Kecamatan Dawan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali dan Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier) Bali meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Terpadu di lokasi tersebut.

Pasalnya, kawasan tersebut dikepung empat potensi tinggi bencana, yakni gempabumi, tsunami, likuifaksi dan gunung api.

Baca juga: Berdiri 17 Tahun, Yayasan Bunga Bali Beri Perawatan, Pelatihan & Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Baca juga: Kelompok MIT Ali Kalora Kerap Turun ke Kampung Minta Makan, Dikejar Satgas Tinombala Lari ke Hutan

Baca juga: Putri Koster Terus Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Masyarakat dengan Disiplin Terapkan 3M

Direktur Eksekutif Walhi Bali, I Made Juli Untung Pratama mengatakan, bahwa Pusat Studi Gempa Nasional pada 2017 menegaskan, Bali sebagai salah satu titik dari 16 titik gempa megathrust di Indonesia.

Zona megathrust tersebut berpotensi menghasilkan gempa berkekuatan 8,5 hingga 9,0 magnitudo.

"Namun penjelasan mengenai hal tersebut tidak ada dalam Andal dan RKL/RPL poyek. Penjelasan mengenai Bali merupakan zona megathrust tidak ada," kata Untung Pratama saat pembahasan ANDAL RKL-RPL terkait rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Terpadu di Gedung Sad Kerthi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Kamis (3/11/2020).

Baca juga: Pencoblosan Kurang dari 6 Hari, KPU Denpasar Mulai Distribusikan Undangan Memilih

Baca juga: Terkait Swab Massal, Kadiskes Badung Sebut Sampai Saat Ini Belum Ditemukan Pegawai Positif Covid-19

Baca juga: Perlu Ritual Khusus, Cukli Diklaim Ampuh Bantu Atasi Cetik

Terkait dengan likuifaksi, tsunami, dan gunung api, Untung Pratama menjelaskan, terkait bencana gunung api, lokasi proyek berada di kawasan rawan bencana (KRB) I.

Maka dari itu, apabila Gung Agung meletus maka Pusat Kebudayan Bali Terpadu berpotensi terkana lontaran batu (pijar) dengan diameter 10 mm dan hujan abu lebat, perluasan aliran awan panas dan longsoran tebing terutama jika letusannya semakin membesar, serta berpotensi tinggi banjir lahar dingin.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved