Benarkah Perokok Dapat Beresiko Timbulkan Gejala Berat Pada Covid-19 ? Begini Penjelasannya
Merokok merupakan salah satu faktor utama dari penyebabnya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan Kanker.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jumlah perokok aktif pada dewasa ini mulai meningkat.
Bahkan di tengah pandemi Covid-19, orang-orang yang terbiasa merokok tetap melakukan kebiasaan tersebut.
Lalu, apakah dengan merokok dapat meningkatkan risiko penyebab terinfeksi virus Covid-19?
dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid selaku Koordinator Riset dan Publikasi Udayana CENTRAL berikan penjelasan terkait hal tersebut.
Baca juga: Unggahan Terakhir Melisha Sidabutar, Peserta Indonesian Idol 2020 yang Meninggal karena Sakit
Baca juga: Pilkada Serentak Berlangsung di Tengah Pandemi, Ini Pesan Danrem 163/Wira Satya
Baca juga: Buda Wage Menail, Saatnya Kendalikan Nafsu, Ini Persembahan yang Dihaturkan
Memang terdapat hubungan antara Covid-19 dengan perilaku merokok.
Merokok memang merupakan salah satu faktor utama dari penyebabnya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan kanker.
"Sementara ini kami sedang menyusun strategi dengan nama MPOWER, tentang pentingnya perlindungan terhadap asap rokok, kemudian juga dukungan untuk berhenti merokok, dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya rokok itu sendiri," ungkapnya, Rabu (9/12/2020).
dr. Artawan mengatakan, jika orang perokok terkena virus Covid-19, maka merokok ini merupakan risiko gejala berat dari penyakit virus Covid-19.
Hal tersebut dimulai dengan data mengapa penderita Covid-19 di dominasi pada laki-laki dan tidak pada perempuan.
"Dan ternyata setelah ditelusuri dari sebanyak 100 laki-laki, 67 orang diantaranya merokok. Sedangkan pada perempuan sendiri dari 100 perempuan yang dilakukan pendataan hanya 2 orang saja yang merokok," tambahnya.
Hal tersebutlah yang menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan faktor resiko untuk terinfeksi virus Covid-19.
Sedangkan pada ilmu kedokteran mengapa merokok lebih berisiko untuk pasien Covid-19 dikarenakan pada reseptor atau yang ada di dalam tubuh sebagai penerima virus pada tubuh kita.
"Jadi virus dapat masuk dikarenakan terdapat reseptor di dalam tubuh kita. Termasuk juga pada kasus penyakit HIV AIDS yang terdapat juga reseptor yaitu pada organ kelamin," terangnya.
Dan di paru-paru sendiri pun juga terdapat reseptor yang dinamakan ACE2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-rokok-di-asbak.jpg)