Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Produksi Padi di Badung Mengalami Surplus 22.502 Ton

Dinas Pertanian kabupaten Badung sendiri memastikan produksi padi di Gumi Keris mengalami surplus 22.502,88 ton hingga akhir 2020.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Salah satu petani di wilayah Penarungan, Kecamatan Mengwi saat menanam padi di sawahnya. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Produksi padi di Kabupaten Badung dipastikan akan mengalami peningkatan dari jumlah kebutuhan masyarakat di Badung.

Pasalnya panen raya padi di Badung tidak berpengaruh pada cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.

Bahkan Dinas Pertanian kabupaten Badung sendiri memastikan produksi padi di Gumi Keris mengalami surplus 22.502,88 ton hingga akhir 2020.

Hal itu lantaran jumlah hasil panen melebihi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Warga Kurang Mampu Lakukan Panen Perdana Sayur Hidroponik Bantuan Pemkab Klungkung

Baca juga: ASN yang Berpolitik Praktis di Badung Dikenai Sanksi Penundaan Kenaikan Gaji Berkala Selama 1 Tahun

Baca juga: Dana Hibah Pariwisata Termin II Sudah Masuk Kasda Tabanan, 19 Akomodasi Terima Ratusan Ribu Rupiah

Kepala Dinas Pertanian Badung, I Wayan Wijana saat dikonfirmasi Kamis (10/12/2020) mengatakan musim panen di Badung berjalan lancar.

Bahkan kondisi panen sendiri tidak terpengaruh cuaca yang belakangan tak menentu.

“Kondisi ini tentu sangat menggembirakan dalam rangka mengamankan produksi dan stok pangan khususnya gabah, di tengah ancaman penyebaran Virus Corona,” ujarnya.

Wijaya menyebutkan, sampai saat ini belum ada laporan kerusakan atau gagal panen akibat cuaca.

Pihaknya mengatakan karena untuk musim tanam ketiga umumnya petani sudah selesai panen dan sedang persiapan musim tanam ke empat.

“Sekarang kan sudah persiapan penanaman padi kembali. Seperti di daerah Mengwi, Abiansemal dan yang lainnya,” ucap Wijana

Menurutnya, hingga musim tanam ketiga, produksi pangan di Kabupaten Badung mencapai 61.382 ton GKG (Gabah Kering Giling), atau setara beras 34.685 ton.

Bahkan akunya berdasarkan hasil perhitungan dan prediksi sampai akhir tahun 2020 produksi diperkirakan 118.061 ton GKG, atau setara 67.042,88 ton beras.

“Jika lancar kami pastikan, akan terjadi surplus. Hal ini karena kebutuhan beras selama setahun 44.540 ton, jadi kita surplus 22.502,88 ton,” tegasnya.

Lanjut Wijana mengatakan berdasarkan hasil monitoring panen raya di sejumlah subak, produksi gabah petani sudah sesuai dengan estimasi, produksi gabah kering panen rata-rata 6 sampai 7 ton/hektar.

Baca juga: Tanaman Porang Diekspor hingga ke Jepang, Petani di Tabanan Diharapkan Manfaatkan Lahan Tidur

Baca juga: Malam Gulita Jiwa

Baca juga: Kabareskrim: Senjata Api dan Sajam Ditemukan di Lokasi Bentrok Laskar FPI dan Polri

Sehingga pihaknya memastikan hal panen gabah di kabupaten Badung tidak akan ada masalah.

“Harapan kita bersama tidak akan ada kendala sehingga produksi beras dipastikan aman,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved