Breaking News:

Serahkan Kontra Memori Banding, Tim Hukum Jerinx Minta Hakim PT Koreksi Putusan Hakim PN Denpasar

Tim hukum I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) yang diketuai I Wayan "Gendo" Suardana mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (18/12/2020).

Tribun Bali/Putu Candra
Gendo bersama tim hukum lainnya saat memberikan keterangan kepada awak media sebelum mendaftarkan kontra memori banding di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim hukum I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) yang diketuai I Wayan "Gendo" Suardana mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (18/12/2020).

Kedatangan tim hukum tersebut untuk menyerahkan kontra memori banding atas memori banding dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Di sela pendaftaran, Gendo menegaskan, jaksa agar melakukan refleksi.

Pula tim hukum meminta Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar mengkoreksi putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar sehingga Jerinx dibebaskan.

Baca juga: Update Covid-19 di Bali 18 Desember 2020: Positif 121 Orang, Sembuh 77 Orang, dan Meninggal 4 Orang

Baca juga: Tes Swab Guru di Badung, 60 Orang Dinyatakan Positif

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Enam Orang, 3 Orang Sembuh

Terkait dengan memori banding dari jaksa, Gendo mengatakan, ada beberapa poin yang dituliskan jaksa dalam memori banding.

"Memori banding dari jaksa sangat simple, hanya ada tiga poin dalam satu lembar. Selebihnya hanya pengantar dan copy paste pemberkasan," ucapnya. 

Ia membeberkan, dalil jaksa dalam memori banding menyatakan, bahwa hukuman terhadap Jerinx yang dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama (PN Denpasar) terlalu ringan. 

Baca juga: Antisipasi Muncul Klaster Perayaan Nataru, Forkopimda Denpasar Sinergikan Langkah Antisipasi

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kendaraan Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Badung Turunkan 186 Personel

Baca juga: Akurasi 80 Persen, RSUP Sanglah Tengah Siapkan Alat Rapid Test Antigen

"Sehingga itu dianggap oleh jaksa tidak berkeadilan dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial, bisa menimbulkan kepercayaan terhadap lembaga peradilan dalam sistem peradilan pidana. Kurang lebih bahasa mereka (jaksa) seperti tidak ada efek jera" terang Gendo. 

Dalam tanggapannya Gendo menyatakan, justru seharusnya Jerinx bebas dari dakwaan atau kemudian bebas dari segala tuntutan.

Ini menurutnya, karena Jerinx tidak terbukti melakukan ujaran kebencian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved