Breaking News:

Corona di Bali

Akurasi 80 Persen, RSUP Sanglah Tengah Siapkan Alat Rapid Test Antigen

Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan masih mempersiapkan alat untuk Rapid Tes Antigen.

Tribun Bali/Noviana Windri
Kadiskes Bali, Ketut Suarjaya saat ditemui Tribun Bali usai menghadiri Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Rabu (28/10/2020). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARRSUP Sanglah Denpasar sedang siapkan alat untuk rapid test antigen.

Ketika dikonfirmasi Tribun Bali, Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan masih mempersiapkan alat untuk Rapid Tes Antigen.

"Masih kami persiapkan, dan penggunaannya tergantung pada kepentingannya. Kalau untuk perjalanan selama ini bayar, sedangkan untuk pasien Covid-19 free. Untuk sejauh ini pasien Covid-19 masih menggunakan swab," ungkapnya ketika dikonfirmasi Tribun Bali pada, Jumat (18/12/2020). 

Baca juga: Kemarin, 13 Ribu Penumpang Masuk Bali Melalui Bandara Ngurah Rai, Dimungkinkan Puncaknya Hari Ini

Baca juga: Desa Sidan Diplot jadi Desa Tangguh Dewata, Miliki Daya Tarik Pedesaan hingga Arsitektur Kuno

Baca juga: Selama 18 Hari, Basarnas Bali Gelar Kesiapsiagaan SAR Khusus Libur Nataru

Ketika ditanyai kapan alat tersebut akan tersedia, Dewa mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan alat tersebut dapat tersedia. 

"Sementara untuk saat ini saya belum tahu kapan ready-nya alat rapid test antigen di RSUP Sanglah, dan untuk solusinya kan bisa menggunakan swab tapi hasilnya memang agak lama, yaitu sekitar 6 jam," tambahnya. 

Sedangkan untuk swab test RSUP Sanglah menarik harga dengan Rp 190.000.

Baca juga: Conor McGregor Vs Dustin Poirier - Mampukah The Notorious Tampil Ganas Tanpa Sorak Riuh Penonton?

Baca juga: Mesut Oezil Dibela Rekan Setim, Tetap Berkelas Meski Disingkirkan Mikel Arteta dari Skuat Arsenal

Baca juga: Penggunaan Narkoba Jenis Ganja di Badung Meningkat, Tahun 2020 BNNK Badung Amankan Barang Bukti 6 Kg

Orang yang dapat mengikuti test swab di RSUP Sanglah adalah pasien rujukan dan orang-orang yang akan melakukan perjalanan keluar kota dengan surat tugas. 

"Nantinya apabila hasil swab test positif maka pasien tidak akan dikenakan biaya sedangkan jika hasilnya negatif akan dikenakan biaya sebesar Rp 190.000," tutupnya. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menjelaskan, rapid test antibodi dipakai untuk mengecek antibodi dan dasarnya memakai darah serta hasilnya berupa reaktif atau non-reaktif.

Baca juga: Siap-Siap Jadi Sasaran Rapid Test Antigen Bila Nekat Liburan Akhir Tahun Naik Mobil Pribadi

Baca juga: Cegah Klaster Covid-19 Saat Nataru, Pintu Masuk Bali Jadi Perhatian Polda Bali

Baca juga: 20 Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi Covid-19 di Depan Trans Mart Denpasar

Kemudian untuk rapid test antigen dilakukan seperti tes swab dan bisa mendeteksi keberadaan virus.

"Akurasinya 80 persen dari akurasi PCR. Makanya lebih akurat dia. Kalau rapid test antibodi kan tidak akurat dia, tidak bisa menentukan dia tertular atau tidak. Tidak tahu kita apakah dia sedang ada virus atau tidak," kata Suarjaya. 

Sementara untuk rapid test antigen sudah bisa mengetahui sedang ada virus atau tidak. Sehingga jika hasilnya positif maka ada virus di dalam tubuh manusia yang melakukan rapid test antigen. (*) 

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved