Breaking News:

Beredar Informasi Terkait Larangan Pesta Miras Kecuali Arak Saat Nataru, Ini Kata Pemprov Bali

Selama berada di Bali PPDN dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Eviera Paramita Sandi
net
Ilustrasi Miras 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengklarifikasi adanya informasi yang beredar bahwa Gubernur Bali, Wayan Koster melarang pesta minuman keras (Miras) kecuali arak saat Natal dan tahun baru (Nataru).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana mengatakan, Gubernur Bali tidak ada satupun menyebutkan kalimat demikian pada 15 Desember 2020 seperti yang telah dimuat oleh beberapa media siber.

"Sehingga untuk mencegah adanya ujaran kebencian, diharapkan media online yang memuat tulisan berjudul 'Gubernur Bali Larang Pesta Miras kecuali Arak Bali saat Natal Tahun Baru' agar segera melakukan perbaikan," kata Pramana, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Kapolda Bali Tanggapi Larangan Mabuk Miras Saat Perayaan Tahun Baru, Bagaimana Dengan Arak Bali ?

Baca juga: Prokes Covid-19 Diperketat, Pengelola Pariwisata di Bali Diharap Bersabar

Dirinya pun meminta agar penulisan berita berpedoman pada Surat Edaran (SE) Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Untuk diketahui, dalam SE tersebut salah satunya berisi pesan yang menyarankan agar pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali harus bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kemudian selama berada di Bali PPDN dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam dan/atau di luar ruangan; menggunakan petasan, kembang api, dan sejenisnya; dan mabuk miras.

"Salah satu isinya menyebutkan PPDN dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam dan/atau di luar ruangan; menggunakan petasan, kembang api, dan sejenisnya; dan mabuk Minuman Keras (Miras). Tidak ada pengecualian (Arak Bali)," tegasnya.

Oleh karena itu, Pramana menilai, pemberitaan itu tidak sesuai dengan pernyataan Gubernur Bali saat membacakan Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada, Selasa (15/12/2020) lalu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved