Breaking News:

Pendidikan

Ihwal Rencana Penghapusan Formasi Guru CPNS, PGRI: Ini Bentuk Diskriminasi terhadap Profesi Guru

Rencana penghapusan formasi guru CPNS dipandang PGRI sebagai bentuk diskriminasi terhadap profesi guru.

Ganendra
Ilustrasi guru. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) meminta pemerintah meninjau ulang rencana penghapusan formasi guru dalam penerimaan CPNS mulai tahun 2021. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk diskriminasi terhadap profesi guru. 

Unifah mengatakan PGRI akan menyampaikan surat permohonan peninjauan kembali kebijakan tersebut kepada pemerintah.

"Marilah kita bersama-sama memberikan perhatian yang besar kepada masa depan pendididkan anak bangsa melalui ketercukupan dan kualitas guru dan tenaga kependidikan," pungkas Unifah.

Sebelumnya Kepala BKN Bima Haria Wibisana memperkirakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selanjutnya tidak akan membuka formasi guru.

Seluruh penerimaan formasi guru nantinya hanya untuk formasi berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Keputusan ini diambil karena pihaknya menilai pengelolaan guru akan lebih efektif dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyayangkan keputusan pemerintah tidak akan merekrut lagi guru PNS mulai 2021.

Satriwan mengatakan keputusan ini sangat melukai para guru.

"Bagi kami para guru, keputusan ini adalah bentuk kado prank akhir tahun yang membuat para guru sedih di penghujung 2020," ucap Satriwan.

Menurut Satriwan, keputusan ini bisa diterima jika jika hanya berlaku untuk formasi tahun 2021.

Mengingat Presiden Jokowi sebelumnya juga pernah memberlakukan moratorium terhadap penerimaan PNS yang kemudian dibuka kembali 2018.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved