Breaking News:

Corona di Bali

Tidak Semua Petugas Medis di Klungkung Dapat Prioritas Vaksinasi, Berikut Syaratnya

Dinas Kesehatan Klungkung terus melakukan persiapan jelang vaksinasi Covid-19. Menurut Kadiskes Klungkung dr Ni Made Swapatni, tidak semua orang dapat

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadiskes Klungkung dr Ni Made Adi Swapatni. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Dinas Kesehatan Klungkung terus melakukan persiapan jelang vaksinasi Covid-19.

Menurut Kadiskes Klungkung dr Ni Made Swapatni, tidak semua orang dapat langsung disuntikan vaksin Covid-19.

" Prioritas awal untuk mendapatkan vaksinasi tahap pertama ini tenaga medis. Jumlahnya kalau di Klungkung yang kami usulkan lebih dari 1600 orang," ungkap dr Ni Made Adi Swapatni, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Tim Enforce Kerumunan Polres Badung Beri Imbauan untuk Warga yang Masih Berkerumun

Baca juga: Security Siap Jaga 24 Jam untuk Pengamanan Vaksin Covid-19 di UPT IFK Badung

Baca juga: Sambut Vaksin Covid-19, Gianyar Siapkan 17 Tempat Penyimpanan

Namun menurutnya tidak semua tenaga medis akan bisa langsung disuntik vaksin Covid-19.

Menurutnya ada beberapa persyaratan, seseorang dapat disuntikan vaksin, seperti berusia antara 18 tahun sampai 59 tahun, serta tidak memiliki penyakit penyerta.

" Jika ada penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit autoimun, dan lainnya tidak bisa divaksinasi langsung. Nanti sebelum mendapat vaksin, harus dicek lagi kondisinya," ungkap Made Adi Swapatni.

Baca juga: Jelang Distribusi Vaksin Covid-19, Diskes Klungkung Siapkan Intalasi Farmasi dan Puskesmas

Baca juga: 31.000 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Bali, Gubernur Koster Ucapkan Terimakasih ke Pemerintah Pusat

Baca juga: Pemprov Bali Pastikan Vaksin Covid-19 Aman dan Telah Lewati Uji Klinis 

Sementara di Klungkung ada 10 Pos Vaksinasi yang disiapkan. Antara lain di 9 Puskesmas yang tersebar di 4 Kecamatan Klungkung. Termasuk RSUD Klungkung dan RS Gema Santi Nusa Penida.

" Mungkin nanti ada batasan untuk jumlah orang yang divaksinasi, yakni 10 sampai 15 orang perharinya. Karena mekanismenya panjang, tidak hanya suntik vaksin. Nanti ada proses pendaftaran administrasi dan semuanya sudah diatur aplikasi," jelasnya.

Tenaga medis yang menjadi prioritas vaksinasi, sebelumnya telah mengisi data termasuk rekam medis dan dikirim ke aplikasi Kementrian Kesehatan.

" Jadi saya pun belum tau siapa saja nama-nama yang nanti dapat vaksin ini. Nanti datanya akan dikeluarkan aplikasi. Kami intinya siapkan tempat dan sarana vaksinasi," jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved