Corona di Bali

Dinkes Badung Akui Keterisian Ruang Isolasi dan ICU di Atas 70% yang Sebabkan Badung Harus PSBB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung sampai saat ini belum berani memastikan bagaimana skema tentang PSBB

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Foto : Kadiskes Badung dr. Nyoman Gunarta - Diskes Badung Akui Keterisian Ruang Isolasi dan ICU di Atas 70 Persen yang Sebabkan Badung Harus PSBB 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung sampai saat ini belum berani memastikan bagaimana skema tentang pembatasan kegiatan atau Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) yang dilakukan Pemerintah Pusat untuk Badung.

Hanya saja Dinkes mengakui dari empat kriteria yang disebutkan, Badung masuk salah satu kriteria tersebut, yakni keterisian ruang isolasi dan ICU di atas 70 persen.

"Sesuai data terakhir tingkat keterisian ruang isolasi dan ICU di atas 70 persen. Makanya 1 kriteria itu bisa membuat Badung kena PSBB," ujar Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Nyoman Gunarta, Kamis (7/12/2021).

Kriteria provinsi, kabupaten, atau kota yang diarahkan melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat, yakni tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau 3 persen.

Baca juga: Kena PSBB Jawa-Bali, 6 Hari Terakhir Denpasar Tambah 242 Kasus Positif Covid-19 & Meninggal 4 Orang

Baca juga: TERKINI Hampir 10 Bulan Mengarungi Pandemi, PSBB Jawa-Bali Bakal Lebih Ketat? Jokowi: Hati-hati

Baca juga: PSBB di Jawa dan Bali Mulai 11-25 Januari 2021, Pemprov Bali Masih Tunggu Arahan Pusat

Kemudian tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional yakni 82 persen.

Kasus aktif di atas kasus aktif rata-rata nasional, yaitu 14 persen.

Serta tingkat keterisian rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen.

"Kalau untuk kasus aktif sampai tadi malam diangka 10,73 persen. Itu artinya kita masih di bawah nasional yakni 14 persen," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengakui grafik kasus di Badung, Bali, sejatinya naik turun.

Disebutkan pada bulan November kasus positif Covid-19 mulai mengalami penurunan.

Namun di Desember 2019, pada minggu pertama kasus positif Covid-19 mulai mengalami peningkatan.

Hingga minggu kedua pada bulan Desember terjadi peningkatan drastis.

"Pada saat itu kan ada perayaan Natal dan Tahun Baru. Nah pada awal bulan itu, aktivitas masyarakat mulai meningkat. Apalagi data BNPB Pusat kepatuhan terkait prokes itu mengalami penurunan, itu yang kami perkirakan potensi penyebaran," jelasnya.

Lanjut dirinya mengatakan, untuk di Badung kluster keluarga masih mendominasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved