Breaking News:

Berita Klungkung

13 Kasus Gigitan di Tahun 2020, Vaksinasi Rabies di Klungkung Dilaksankan Lebih Awal

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, selama tahun 2020 terdapat 13 kasus gigitan anjing rabies di Klungkung.

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Vaksinasi terhadap hewan peliharaan warga digelar di Desa Dawan Kaler, Klungkung, Kamis (7/1/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung hingga saat ini belum terbebas dari virus rabies.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, selama tahun 2020 terdapat 13 kasus gigitan anjing rabies di Klungkung.

Sementara cakupan vaksinasi rabies terhadap hewan di Klungkung pada tahun 2020 lalu baru sekitar 55 persen, karena terkendala pandemi.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida saat dikonfirmasi menegaskan, tahun 2020 lalu pihaknya menargetkan vaksinasi terhadap 20.000 ekor hewan peliharaan penular rabies seperti anjing maupun kucing.

Hanya saja karena kondisi pandemi, realisasinya baru 11.123 ekor.

Baca juga: Tahun 2021 Klungkung Targetkan Vaksinasi Rabies Sebanyak 14 Ribu Dosis

" Kami saat masa pandemi, kami fokus vaksinasi di Balai Banjar. Kalau penyisiran ke rumah-rumah penduduk untuk vaksinasi kami tiadakan,agar tidak melanggat protokol kesehatan," ungkap Ida Bagus Juanida, Jumat (8/1/2021).

Terkait target vaksinasi tahun ini, pihaknya masih menunggu kepastian distribusi vaksin dari pemerintah pusat.

Sementara vaksinasi anjing rabies tahun ini, masih memanfaatkan vaksin yang tersisa tahun 2020 lalu.

Vaksinasi hewan penular rabies pun sudah dilakukan dibeberapa desa, misal saja di Desa Dawan Kaler dan Dawan Kelod, Kecamatan Dawan.

" Jadwal vaksinasi tahun ini dimulai lebih dini, bukan Bulan April lagi seperti sebelumnya. Jadi sekarang kita sediakan waktu lebih banyak, di samping juga kita mengurangi kerumunan sehinga bida terbagi orang-orang yang datang untuk memvaksin anjingnya," imbuh Juanida.

Sementara terkait kasus gigitan anjing rabies di Klungkung, sepanjang  tahun 2020 lalu ada 13 kasus gigitan anjing rabies.

Dari 13 kasus tersebut, tidak hanya disebabkan oleh anjing liar, tetapi beberapa kasus justru dari anjing peliharaan tetapi tidak divaksinasi.

" Sehingga kami sangat berharap kesadaran masyarakat untuk memvaksin anjing peliharaannya," harap Juanida. (*)

Baca juga: Pertama Kali Terjadi, Cakupan Vaksinasi Rabies di Bangli Baru 27 Persen

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved