Breaking News:

Selain Sedang Demam, Orang Tidak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 saat Berada pada Kondisi Ini

Sebelum divaksin, penerima vaksin harus tidak dalam kondisi berikut agar dapat menerima vaksin. Apa saja?

khybernews.tv
ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM - Sebelum divaksin, penerima vaksin harus tidak dalam kondisi berikut agar dapat menerima vaksin.

Sebelumnya pemerintah juga sudah mengumumkan bila vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah gratis

Meski begitu, rupanya tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Ada banyak hal yang harus diketahui sebelum menerima vaksin, termasuk penyakit penyerta dan kondisi tubuh penerima vaksin.

Baca juga: Jika Merasakan Efek Samping Vaksin Covid-19, Begini Cara Melapor

Baca juga: Pemprov Bali Pastikan Vaksin Covid-19 Aman dan Telah Lewati Uji Klinis 

Baca juga: Masyarakat Akan Terima SMS Ikut Vaksin Covid-19 Gratis

Dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, ada beberapa kondisi yang membuat vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan kepada seseorang.

Rekomendasi tersebut khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Apa saja?

Pertama, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90 atau lebih.

Kedua, berada dalam salah satu kondisi berikut:

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Akan Didistrusikan ke Berbagai Daerah, Ini Kandungan Yang Perlu Diketahui

  • Pernah terkonfirmasi Covid-19
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir
  • Ada anggota keluar yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19
  • Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)
  • Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
  • Menderita penyakit jantung (gagal jantung atau coroner)
  • Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis)
  • Menderita penyakit ginjal
  • Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis
  • Menderita penyakit saluran pencernaan kronis
  • Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun
  • Menderita kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi

Ketiga, bila menderita HIV dengan angka CD4 lebih dari 200 atau tidak diketahui.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved