Breaking News:

Berita Buleleng

Bertugas sebagai Tukang Ambil Cuk, Anak di Bawah Umur Jadi Tersangka Judi Tajen di Buleleng

Bertugas sebagai Tukang Ambil Cuk, Anak di Bawah Umur Jadi Tersangka Judi Tajen, Polda Bali Tetapkan 5 Tersangka Judi Sabung Ayam di Buleleng

Tribun Bali/Adrian
Polda Bali Tetapkan 5 Tersangka Judi Tajen, 1 Anak Dibawah Umur Berperan Jadi Pengambil Uang Cuk - Bertugas sebagai Tukang Ambil Cuk, Anak di Bawah Umur Jadi Tersangka Judi Tajen di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) berhasil mengungkap praktik judi sabung ayam atau tajen di masa pandemi Covid-19.

Kasus tindak pidana ini terjadi di arena judi sabung ayam Dusun Sangambu, Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, Bali, Kamis 14 Januari 2021.

Hal ini disampaikan Dir Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi dalam press release di Mapolda Bali, Jumat 15 Januari 2021.

"Ditemukan ada kerumunan orang pada Kamis sekira pukul 13.00 Wita. Tim Resmob Polda Bali menemukan masyarakat berkerumun tidak menggunakan masker, mereka tidak peduli dengan situasi Covid-19," katanya.

Baca juga: Polda Bali Tetapkan 5 Tersangka Judi Tajen, 1 Anak Dibawah Umur Berperan Jadi Pengambil Uang Cuk

Baca juga: Gelar Tajen & Langgar Protokol Kesehatan, Seorang Bebotoh di Banjar Sidembunut Bangli Ditangkap

Baca juga: Gelar Tajen Karena Dirumahkan Akibat Pandemi, Mang Awa: Istri Saya Jualan Tidak Ada yang Belanja

Setelah dicek, ternyata kerumunan orang tersebut sedang metajen.

Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali langsung mengamankan pelaku dan barang bukti, digelandang ke Polda Bali, selanjutnya dilakukan penyelidikan.

"Saat pengamanan diamankan 10 orang, setelah proses pemeriksaan lebih lanjut ditetapkan 5 orang sebagai pelaku, perannya masing-masing, ada sebagai penyelenggara, wasit, tugas membantu lainnya," ujarnya.

Kelima tersanga di antaranya Gede Suwartika 45 tahun (penyelenggara), KEA 14 tahun (pemegang uang cuk), I Nyoman Redana 56 tahun (pekembar), I Ketut Mawan 38 tahun dan Gede Monol 44 tahun (wasit).

Satu diantara 5 orang tersangka merupakan anak di bawah umur yang berperan sebagai pengambil cuk atau uang para bebotoh.

“Peran anak di bawah umur ini membantu orangtuanya yang merupakan penyelenggara, anak di bawah umur ini akan ditangani khusus," sebutnya.

Dari penangkapan pelaku, adapun barang bukti yang diamankan polisi di antaranya 35 ekor ayam aduan, uang tunai sebesar Rp. 6,9 juta beserta sejumlah perlengkapan judi sabung ayam.

Kelima pelaku juga menjalani swab test untuk memastikan tidak ada indikasi Covid-19, sementara hasilnya masih menunggu dari Biddokkes Polda Bali.

Dit Reskrimum Polda Bali mengerahkan Polres jajaran untuk menyisir wilayah-wilayah atau titik-titik yang disinyalir kerap digunakan menjadi arena judi sabung ayam, jika ditemukan akan dilakukan tindakan tegas.

"Satu TKP lainnya masih kita proses lidik masih berjalan patut menduga kerumunan di Karangasem. Walaupun tidak ada kegiatan tajen, penegakan hukum terhadap kerumunan tetap dilakukan," tegasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 303 KUHP Juncto pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 1974 juncto pasal 93 juncto pasal 9 UU RI No. 6 tahun 2018 tentang karantinaan kesehatan dengan hukuman kurungan pidana 1 tahun. (*).

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved