Breaking News:

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Pembuat & Pengguna Surat Tes Covid Palsu, 1 Anak di Bawah Umur

Polisi awalnya menangkap delapan orang dalam kasus tersebut, namun kemudian hanya tujuh orang yang ditahan

ANTARA/Fianda SJofjan Rassat
Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers penangkapan tujuh orang yang terlibat dalam perkara pemalsuan surat keterangan hasil tes COVID-19, Senin (25/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap empat pemesan dan pengguna surat tes usap (swab test) antigen maupun "polymerase chain reaction" (PCR) COVID-19 palsu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan penyidik menjerat pembuat maupun pengguna surat kesehatan palsu.

"Apakah ini hanya menjerat kepada pelakunya atau tidak? Di dalam Pasal 263 kita terapkan semuanya, ayat 1 yang membuat, ayat 2 yang menggunakan," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Senin, 25 Januari 2021.

Polisi awalnya menangkap delapan orang dalam kasus tersebut, namun kemudian hanya tujuh orang yang ditahan karena satu di antaranya masih di bawah umur.

Adapun inisial para tersangka tersebut yakni RSH (20), RHM (22), IS (23), MA (25), SP (38), MA (20) dan Y (23).

Baca juga: Cegah Kontak Langsung, Citilink Imbau Penumpang Validasi Surat Hasil Tes Covid-19 di E-Hac

Sedangkan satu tersangka yang berinisial DM tidak ditahan karena masih di bawah umur.

Tersangka yang diketahui adalah pemesan maupun pengguna surat palsu tersebut yakni IS (23), MA (25), SP (38) dan DM.

Dia kembali menegaskan polisi akan melacak pihak yang telah menggunakan surat palsu tersebut dan dilakukan "tracing" untuk memetakan dan menekan potensi penyebaran COVID-19.

Baca juga: Jual Surat Rapid Test Palsu, Oki dan Denny Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 2 Tahun Penjara

Kemudian terkait apakah pengguna surat kesehatan palsu yang telah melakukan perjalanan bisa dijerat pidana dan diproses hukum, Tubagus menegaskan bahwa penggunanya bisa dipidana.

"Apa itu bisa dikenakan dan diterapkan dan dilakukan upaya hukum? Jawabannya adalah bisa, sangat bisa," kata Tubagus seperti dilansir ANTARA.

Halaman
12
Editor: Kambali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved