Berita Jembrana
Pabrik Limbah B3 Tegalbadeng Barat Jembrana Bali Ditolak
Pembangunan pabrik limbah B3 (Bahan Beracund an Berbahaya) di Desa Tegalbadeng Barat Kecamatan Negara, mendapat penolakan dari warga.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pembangunan pabrik limbah B3 (Bahan Beracund an Berbahaya) di Desa Tegalbadeng Barat Kecamatan Negara, mendapat penolakan dari warga.
Hal itu kemudian juga diamini oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana.
Penolakan ini disampaikan oleh Kepala Dinas LH Jembrana, I Wayan Sudiarta, Selasa 26 Januari 2021.
Sudiarta mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerima surat penolakan itu dari warga terutama warga penyanding di Desa Tegalbadeng Timur.
Baca juga: PILANG Curigai Ada Pelanggaran Pengolahan Limbah Medis RS Rujukan Covid-19 di Bali
Baca juga: Limbah Medis di BRSU Tabanan Naik 2 Ton Per Bulan di Masa Pandemi, Didominasi Limbah APD
Baca juga: Selama 7 Bulan, Limbah Masker di Denpasar Capai Sekitar 47 Juta Lembar
Karena warga menolak, kemudian pihaknya juga mengambil sikap serupa.
Hal itu juga karena investor tidak dapat memenuhi kejelasan perusahaan.
Di mana sebelumnya pihaknya, memberikan waktu kepada konsultan pabrik untuk menjelaskan rencana perusahaan.
Akan tetapi, hingga batas waktu yang ditentukan tidak datang.
Baca juga: Buang Limbah Sembarangan dan Tak Berizin, Pabrik Tahu Tempe di Kelurahan Bitera Gianyar Disegel
Baca juga: Limbah Pemotongan Ayam Dibuang ke Got, Satpol PP Klungkung Tindak Sentra Pemotongan Ayam
"Setelah surat penolakan dari desa kami terima, kami memberikan waktu kepada konsultan pabrik selama tujuh hari untuk klarifikasi. Kemarin merupakan hari terakhir, dan dari pihak pabrik tidak ada yang datang," ucapnya.
Maka dari itu, sambung Sudiarta, surat penolakan penyanding dan juga desa tempat proyek limbah B3 akan dilanjutkan ke kementerian terkait sesuai dengan prosedur.
Dalam menyikapi rencana pembangunan pabrik limbah B3, Pemkab Jembrana menyerahkannya kepada masyarakat penyanding.
Penolakan itu jauh sudah dilakukan oleh warga dan perangkat desa di sana.
“Kami sejatinya mengikuti apa yang menjadi keinginan warga,” bebernya.
Pelanggaran Pengolahan Limbah
Lembaga Peduli Alam dan Lingkungan (PILANG) menyoroti penanganan limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-limbah.jpg)